Pentas Dangdut organ tunggal ini memang baru kali pertama saya lakukan di desa/kampung halaman sendiri, yang kebetulan sedang pulang kampung dengan menghadirkan player terlaris di sekitar wilayah kecamatan dengan menampilkan dua biduan Dangdut dengan kualitas suara yang tidak kalah dengan artis-artis Dangdut lokal terkenal lainnya. Karena baru pertama, sayapun mendokumentasikannya dalam bentuk video melalui ponsel kamera meskipun hanya satu lagu saja.
Acara pentas organ tunggal yang dimeriahkan oleh SAGITA ORTU pimp. Eddy DMS, dengan MC Alex Gabel mantan personel salah satu Orkes terkenal di era 80an 90an di wilayah kabupaten Kebumen digelar untuk menghibur warga RW di mana saya dilahirkan dalam rangka peresmian jalan desa permanen atas bantuan pemerintah desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Meski hanya untuk lingkup warga RW saja, namun acara yang juga dimeriahkan dengan berbagai macam perlombaan mendapat sambutan yang cukup meriah meski di awal-awal jam acara masih nampak sepi. Sagita Ortu menjadi pembuka acara dari serangkaian acara yang berlangsung hingga malam hari. Namun, karena banyak warga yang masih beraktifitas di pagi haru, hanya segelintir penonton saja yang hadir.
Meski demikian, saya dan player tetap semangat menghibur penonton yang jumlahnya baru segelintir orang saja. Semangat, karena saya memang untuk kali pertama bisa pentas di mana tempat saya dilahirkan. Kedua, sang player merupakan teman lama saya seperjuangan yang sudah sejak lama tidak pernah pentas bersama.
Pentas Dangdut Organ Tunggal merupakan satu-satunya hiburan musik Dangdut yang ada di kampung maupun lingkup kecamatan di daerah saya. Itupun diharuskan berlangsung di siang hari. Jarang sekali ada hiburan pentas Dangdut malam hari, karena memang sudah beberapa tahun dilarang dengan alasan keamanan. Grup Dangdut di kampung atau bahkan di lingkup Kabupaten hampir tidak ada lagi seperti era 80an dan 90an.
Maraknya grup-grup baru yang muncul di daerah lain ternyata tidak mampu memicu tumbuhnya grup di daerah saya, termasuk di lingkup kabupaten sekalipun. Hal ini mungkin karena memang adanya larangan hiburan musik dangdut di malam hari dan juga tidak adanya lahan tetap sebagai rutinitas seperti di kota-kota besar lainnya, atau sponsor yang mendanai tumbuh dan berkembangnya grup di kampung saya dan sekitarnya. Selain itu, mayoritas masyarakat juga sudah terlanjur memilih menanggap hiburan organ tunggal yang terkesan murah dan praktis untuk berbagai acara apapun. Meski jika dilihat dari kemeriahan masih kalah dengan pentas grup.
Sayangnya, karena saya juga sibuk membantu panitia dalam mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara tersebut, sehingga tidak terpikir oleh saya untuk merekamnya sejak awal sebagai dokumentasi pribadi, meskipun hanya menggunakan ponsel saja. Hanya dua lagu terakhir yang berhasil saya dokumentasikan dan itupun sumbangan lagu dari penonton. Padahal ini salah satu pengalaman berharga bagi saya yang turut serta pentas di tanah kelahiran sendiri setelah lebih dari puluhan tahun malang melintang di Jogja dan berbagai penjuru kota di Indonesia.
Itulah sedikit cerita saya ketika baru kali pertama pentas Dangdut organ tunggal di kampung sendiri yang saya sendiri menilainya begitu berharga. Saking berharganya sayapun menganggap kalau pentas Dangdut Organ Tunggal di kampung sendiri itu benar-benar hot (jangan asumsikan kata hot dengan hal negatif). Bukan karena goyang erotis penyanyi/biduan Dangdut tapi karena memang berlangsung sangat meriah, aman dan pokoknya sesuatu bangetlah...
Inilah video pentas organ tunggal yang saya unggah di youtube.com sehari setelah pentas berlangsung...maaf kalau jelek kualitas video atau audionya karena memang hanya menggunakan kamera ponsel...
dangdut, dangdut hot, dangdut koplo, dangdut music, dangdut koplo terbaru, dangdut mp3, dangdut koplo hot, dangdut monata, dangdut academy, dangdut terbaru, dangdut hot, dangdut koplo, dangdut music, dangdut koplo terbaru, dangdut mp3, dangdut koplo hot, dangdut monata, dangdut academy, dangdut terbaru, dangdut indonesia, dangdut academy, dangdut academy indosiar, dangdut akademi, dangdut aku rapopo,
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 Desember 2015
Kamis, 05 November 2015
Pentas Penyanyi Dangdut Digerayangi
Munculnya video pentas 3 penyanyi Dangdut yang sedang diremas-remas dan digerayangi penonton ini tidak sengaja saya dapatkan di salah satu media streaming online semacam youtube, vimeo.com. Dalam video tersebut, 3 biduan tersebut seolah sudah tak punya rasa malu. Membuka auratnya di depan umum (terlebih anak-anak) dan juga mendatangi penonton (dalam hal ini tamu undangan sebuah hajat nikah) untuk "menyerahkan" tubuhnya diobok-obok.
Dalam video yang diunggah (ulang) oleh seorang user Vimeo di bawah ini, biduan-biduan melakukan aksi-aksi bejad di depan publik di sebuah acara pentas hajatan pernikahan. Ketiga biduan itu tidak hanya goyang vulgar di atas panggung, tapi juga berani mempertontonkan aurat kewanitaannya secara "sukarela". Lebih parahnya lagi, ketiga penyanyi Dangdut itu juga begitu gampangnya digerayangi bagian aurat kewanitaannya oleh tamu undangan yang hadir.
Aksi-aksi penyanyi Dangdut yang seolah menawarkan diri untuk digerayangi "anunya" oleh penonton dan direkam dalam video menggunakan kamera amatir seperti ponsel di bawah ini adalah salah satu bentuk pemerosotan moral yang disengaja kepada generasi mudah masa depan bangsa, karena terlihat banyak anak-anak masih di bawah umur yang juga ikut menyaksikan biduan bejad ini.
Yang saya tak habis pikir adalah, bagaimana bisa masyarakat tersebut seperti 'menghalalkan' dan memperbolehkan tontonan pentas Dangdut dengan menyuguhkan aksi (tidak hanya goyangan) biduan bejat yang sangat-sangat merusak moral dan melanggar tatanan norma masyarakat dan agama. Apakah hal tersebut memang sebuah kewajaran bagi warga di sekitar lokasi kejadian tersebut?.
Sementara jika dilihat dari sudut pandang masyarakat budaya dan peradaban, munculnya video pentas penyanyi Dangdut digerayangi semacam ini bukanlah ciri khas bangsa Indonesia yang sangat menjunjung tinggi adat sopan santun. Selain anak-anak sebagai generasi penerus, kelakuan ketiga oknum biduan seronok itu sangat nyata menciderai "Dangdut".
Untuk membuktikan kebenaran video tersebut, silakan klik tautan ini ===>>>> VIDEO PENTAS PENYANYI DANGDUT DIGERAYANGI, BEJAD!! <<<<====
Ket: Maaf, karena situs Vimeo sudah diblokir oleh pemerintah, maka tidak bisa diakses.
Jumat, 16 Oktober 2015
5 Grup Dangdut Koplo Terlaris Di Youtube
Grup Dangdut Koplo terlaris di Youtube ini sebenarnya topik permintaan pengunjung yang diajukan kepada saya beberapa waktu lalu setelah mereka membaca posting Grup dangdut Koplo dengan fans terbanyak di facebook berdasarkan jumlah like pada page resmi.
Untuk kategori Grup Dangdut Koplo terlaris di youtube ini sistem perhitungannya lebih detail. Ini untuk memudahkan pengunjung saat mengecek kebenaran berita data ini. Dan berikut ini adalah cara perhitungan sesuai data yang ada di Youtube:
Berdasarkan hal tersebut, inilah ke 5 grup Dangdut koplo terlaris di Youtube:
Untuk membuktikan kebenarannya silakan sobat cek sendiri dengan cara dan petunjuk yang sudah saya jelaskan di atas. Sobat juga bisa menganalisa hal lain yang berhubungan dengan jumlah penonton tertinggi di Youtube, seperti yang sudah saya lakukan ketika mencoba mencari jumlah data penyanyi Dangdut terlaris ditonton di Youtube
Itulah posting saya hari ini yang bisa saya sajikan, penting atau tidaknya itu terserah pengunjung menilainya. Namun, bagi saya hal ini cukup penting, mengingat begitu banyak persaingan yang terjadi dalam grup-grup dangdut koplo pendatang baru yang muncul hingga saat ini. Selain itu, dengan adanya kajian ini juga tentu akan membuat perasaan bangga dan senang buat fans masing-masing grup dengan apa yang sudah dicapai oleh grup kesayangannya selama ini. Dan akan lebih bangga lagi jika grup kesayangannya itu ternyata lebih populer dari grup band yang jauh-jauh terkenal sejak puluhan tahun lalu, seperti OM.Sera yang sukses menggeser popularitas Slank di Google beberapa waktu lalu, dan mungkin hingga saat ini.
Untuk kategori Grup Dangdut Koplo terlaris di youtube ini sistem perhitungannya lebih detail. Ini untuk memudahkan pengunjung saat mengecek kebenaran berita data ini. Dan berikut ini adalah cara perhitungan sesuai data yang ada di Youtube:
- Silakan sobat kunjungi http://www.youtube.com
- Ketikkan nama grup di kotak pencarian, (Contoh untuk nama grup yang memiliki lebih dari dua istilah bisa juga dimasukkan, asalkan itu adalah grup yang dimaksud. Misalnya ada nama Palapa, Pallapa, New Pallapa, New Palapa)
- Ketikkan nama grup dengan atau tanpa OM.
- Klik menu filter yang ada di bawah kotak pencarian, pilih sub menu jumlah penayangan (lihat gambar di bawah)
Berdasarkan hal tersebut, inilah ke 5 grup Dangdut koplo terlaris di Youtube:
- OM. Putra Pallapa - ABG Tua, yang diunggah oleh Wartono Wibowo Dengan jumlah tayang sebanyak 2.964.311
- Palapa - Rela - Erny Dianita yang dinggah oleh dimas0427 =2.330.912
- OM. Sonata - Buka Sitik Joss - Soimah - TransTV yang diunggah oleh wismillak88 = 1.531.805
- Monata - Kandas- Anjar Agustin Feat Sodiq diunggah oleh TheWahyu2010 = 1.454.367
- Sagita - Iwak Peyek - Eny Sagita - diunggah oleh Penjaga Hati total tayang = 1.056.817
Untuk membuktikan kebenarannya silakan sobat cek sendiri dengan cara dan petunjuk yang sudah saya jelaskan di atas. Sobat juga bisa menganalisa hal lain yang berhubungan dengan jumlah penonton tertinggi di Youtube, seperti yang sudah saya lakukan ketika mencoba mencari jumlah data penyanyi Dangdut terlaris ditonton di Youtube
Itulah posting saya hari ini yang bisa saya sajikan, penting atau tidaknya itu terserah pengunjung menilainya. Namun, bagi saya hal ini cukup penting, mengingat begitu banyak persaingan yang terjadi dalam grup-grup dangdut koplo pendatang baru yang muncul hingga saat ini. Selain itu, dengan adanya kajian ini juga tentu akan membuat perasaan bangga dan senang buat fans masing-masing grup dengan apa yang sudah dicapai oleh grup kesayangannya selama ini. Dan akan lebih bangga lagi jika grup kesayangannya itu ternyata lebih populer dari grup band yang jauh-jauh terkenal sejak puluhan tahun lalu, seperti OM.Sera yang sukses menggeser popularitas Slank di Google beberapa waktu lalu, dan mungkin hingga saat ini.
G9UP7GAR624V
Kamis, 15 Oktober 2015
Ingin Terkenal Harus Jadi Biduan Seronok?
Salah !! Untuk menjadi artis Dangdut terkenal dan populer tidak harus dengan cara jadi biduan seronok. untuk membuktikan kebenaran pertanyaan dan sekaligus jawaban di atas, Sekarang saya akan sajikan dua buah video. Yang pertama berisi pentas dengan menampilkan penyanyi sopan, elegan, santun dan yang kedua adalah video pentas biduan seronok dan norak. Silakan sobat pilih secara obyektif, jujuru dan tentunya dengan logika dan nalar yang sehat.
Video pertama berisi pentas penyanyi Dangdut yang sopan, elegan dan estetis. Dalam hal ini saya contohkan dengan penampilan Lilin Herlina. Dalam video berdurasi 6.36 menit yang diunggah oleh Samsul Sammedia ini, Lilin begitu apik melantunkan tembang yang berjudul Si Kecil - Rita Sugiarto. Selain karena kualitas suara yang dimiliki dan juga kandungan dari lagu yang begitu luar biasa bagus, juga penampilannya yang begitu anggun, berpakaian sopan dan bergoyang secara santun sewajarnya mengikuti irama dan penghayatan lagu tersebut. Hingga banyak orang yang menilai, biduan ini terkenal karena kualitas suara dan sopan santunnya saat pentas. Selain itu, dengan seperti ini, dengan hanya sekedar mendengarkan lagunya saja tanpa harus menyaksikan videonya, tetap asyik untuk dinikmati. Dengan cara seperti itu, ternyata Lilin Herlina bisa menjadi artis terkenal meski lingkupnya masih lokal. Tawaran job juga tidak henti-hentinya datang silih berganti dengan tarif yang cukup tinggi.
Coba bandingkan dengan video berdurasi 04.36 menit yang diunggah oleh Cudut76 di Vimeo.com ini. Ketiga biduan ini tidak seperti sedang pentas, melainkan sedang belajar menjadi penyanyi gila. Orang gila yang telanjang di pinggir jalan sudah jelas tidak punya rasa malu bagi siapapun yang melihatnya. Ini sama dengan ketiga biduan seronok ini. Kualitas suaranya juga pas-pasan dan kadang terdengar falsdan tentu tidak asyik untuk didengarkan jika tanpa harus melihat videonya. Lalu apa untungnya? terkenal juga tidak, bahkan penulis sendiri tak kenal siapa 3 biduan dalam video ini. Seandainya terkenalpun, bukan karena imej positif seperti Lilin Herlina tapi karena imej negatifnya yang secara normal tidak pantas untuk dibanggakan. Selain itu, penampilan seperti ini sudah pasti akan dikecam masyarakat umum atau parahnya bisa dicekal seperti yang terjadi beberapa tahun lalu di Jawa Barat dan Sumatera. Tawaran job dan tarifnya saya yakin juga masih kalah jauh dengan Lilin Herlina.
Kesimpulannya, untuk menjadi artis Dangdut terkenal dan populer secara baik di mata masyarakat tidak harus dengan menjadi biduan seronok, apapun alasannya. Masih banyak cara positif untuk menjadi penyanyi Dangdut terkenal seperti cara yang dilakukan secara 'alami' oleh Lilin Herlina. Mulai sekarang, stop menjadi penyanyi Dangdut erotis dan seronok !!, jika ingin terkenal baik di mata masyarakat umum.
"SAVE DANGDUT"
Selasa, 15 September 2015
Pentas Dangdut Slank Dan Iwan Fals [Video]
Meledaknya genre yang sedang fenomenal saat ini dengan segala kontroversinya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi maestro-maestro musik Indonesia seperti Iwan Fals dan Slank. Hal ini dibuktikan dengan adanya video youtube yang saya temukan beberapa waktu lalu. Baik bang Iwan maupun Slank mencoba mengusung aransemen Dankduth dalam sebuah lagu milik mereka sendiri.
Iwan Fals dan Slank saat Dangdutan ini terjadi saat mereka melakukan konser religi di sejumlah kota yang berkolaborasi dengan grup multi-genre, Ki Ageng Ganjur Jogja. Sebuah tembang yang berjudul Orkes Sakit Hati milik Slank dipentaskan dengan irama Dankdut asli/klasik dalam sebuah konser kolaborasi tersebut.
Demikian halnya dengan Konser Iwan Fals. Sebuah lagu koleksi pribadinya yang berjudul Pesawat Tempur juga diaransemen ulang oleh Ki Ageng Ganjur Jogja dalam irama Dankdut Koplo dengan sedikit sentuhan musik khas Banyuwangi ditambah dengan dentingan suara gamelan yang menjadi bagian aransemen lagu tersebut.
Jumat, 14 Agustus 2015
Goyang Ngebor Inul Hebohkan Taiwan
Siapa yang tak kenal dengan biduan yang melejit karena aksi goyang ngebornya, Inul Daratista. Pedangdut asli Pasuruan yang mulai dikenal masyarakat lewat CD bajakan dan beritanya sampai masuk ke BBC News (padahal sangat sulit sebuah berita menembus BBC) itu sudah malang melintang ke beberapa negara, salah satunya adalah Taiwan.
Event yang sendirinya merupakan tour show pribadi ini berlangsung usai lebaran tahun lalu dan merupakan hasil kerja sama antara Kamar Dagang Indonesia, provider sebuah kartu seluler dan duta besar Indonesia untuk Taiwan.
Konser yang digelar secara terbuka di sebuah gedung olahraga ini nampaknya begitu menghebohkan pengunjung yang hadir. Tak hanya para TKW yang menyaksikan pagelaran tersebut, tapi juga warga lokal yang berada di sekitar kota Taipei.
Penyanyi yang beberapa hari lalu membagikan THR kepada 10.000 karyawan Inul Vista di seluruh Indonesia sebanyak 5 Milyar tersebut membawakan sekitar 12-15 lagu Koplo terpopuler saat itu dan beberapa lagu lain termasuk Mandarin, Reggae, Pop dan Campursari.
Ini artinya musik ini sudah benar-benar go internasional (yang go international itu musiknya bukan Inulnya. Berkeliling atau tour musik ke berbagai negara bukan berarti go International, terkecuali ia mampu menciptakan dan mempengaruhi warga setempat dengan hasil cipta dan kreasinya sendiri) juga mendapat perlakuan dan apresiasi positif. Salah satu bukti lain adalah berkembangnya grup dan biduan Dangdut di Jepang, dan sejumlah negara lain di dunia
Event yang sendirinya merupakan tour show pribadi ini berlangsung usai lebaran tahun lalu dan merupakan hasil kerja sama antara Kamar Dagang Indonesia, provider sebuah kartu seluler dan duta besar Indonesia untuk Taiwan.
Konser yang digelar secara terbuka di sebuah gedung olahraga ini nampaknya begitu menghebohkan pengunjung yang hadir. Tak hanya para TKW yang menyaksikan pagelaran tersebut, tapi juga warga lokal yang berada di sekitar kota Taipei.
Penyanyi yang beberapa hari lalu membagikan THR kepada 10.000 karyawan Inul Vista di seluruh Indonesia sebanyak 5 Milyar tersebut membawakan sekitar 12-15 lagu Koplo terpopuler saat itu dan beberapa lagu lain termasuk Mandarin, Reggae, Pop dan Campursari.
"Kebetulan saya nyanyi bukan hanya dangdut, jadi di mix saja, ada pop, ada lagu mandarin juga dan dangdut. Jadi ya siapa saja bisa menikmati. Banyak lagu jawa karena TKI di sana yang dari Jawa Tengah dan Timur. Membawakan sekitar 12 sampai 15 lagu," ungkap istri Adam Suseno itu, seperti dilansir Okezone.com.Konser tersebut diselenggarakan memang bertujuan untuk menghibur para TKI di sana yang mayoritas didominasi warga Jawa Tengah dan Jawa Timur saat liburan Hari Raya Idul Fitri setahun yang lalu. Namun demikian hal tersebut tidak lantas dilupakan begitu saja, karena hebohnya Inul saat goyang Taiwan itu ternyata berhasil direkam dengan kamera amatir oleh seorang penonton yang kemudian diunggah ke Youtube.
Ini artinya musik ini sudah benar-benar go internasional (yang go international itu musiknya bukan Inulnya. Berkeliling atau tour musik ke berbagai negara bukan berarti go International, terkecuali ia mampu menciptakan dan mempengaruhi warga setempat dengan hasil cipta dan kreasinya sendiri) juga mendapat perlakuan dan apresiasi positif. Salah satu bukti lain adalah berkembangnya grup dan biduan Dangdut di Jepang, dan sejumlah negara lain di dunia
Sabtu, 18 Juli 2015
Penyanyi Dangdut Hot Terbaru, Cinta Ratu Nansya
Penyanyi Dangdut hot terbaru yang bernama lengkap Cinta Ratu Nansya ini sebenarnya lebih sukses sebagai pemeran bintang film panas. Namun sebelum terjun ke dunia perfilman, Cinta memang lebih dulu terjun sebagai penyanyi dari panggung ke panggung dan baru-baru ini telah merampungkan single albumnya perdananya yang berjudul Tahan Dulu Cinta.
Ditanya oleh wartawan, seputar aksi goyangnya dan penampilannya saat di atas panggung karena dianggap terlalu hot dan vulgar, ia pun mencoba menjelaskannya. Baginya, penampilan busana dan goyangannya masih dalam batas normal dan tidak seronok.
Lebih lanjut, ketika ditanya apakah ada yang aneh atau hal yang baru ketika terjun menjadi seorang penyanyi, pemeran utama Kutukan Arwah Santet itu menjelaskan bahwa nyanyi bukanlah suatu yang baru baginya, karena ia memang bercita-cita dan memendam sejak lama keinginan untuk menjadi penyanyi profesional.
Lalu seperti apa single hits terbarunya yang berjudul Tahan Dulu Cinta ?. Simak saja aksi manggungnya di youtube di bawah ini.
"Hari ini aku take vokal setelah kepending karena kesibukan. Di luar entertaint aku juga bisnis butik, belum lagi syuting. Alhamdulillah, sekarang akhirnya bisa take vokal," ujarnya ketika ditemui di Kawasan Bulungan, Jakarta Selatan Sumber: http://musik.kapanlagi.com/berita/wujudkan-mimpi-cinta-ratu-nansya-lepas-single-tahan-dulu-cinta-d0ae5b.html
Ditanya oleh wartawan, seputar aksi goyangnya dan penampilannya saat di atas panggung karena dianggap terlalu hot dan vulgar, ia pun mencoba menjelaskannya. Baginya, penampilan busana dan goyangannya masih dalam batas normal dan tidak seronok.
"Semuanya masih dalam batas wajar, dan tidak ada yang menggoda, nggak pakai 'buka-bukaan' baju," ujarnya. Sumber: http://wartakota.tribunnews.com/detil/berita/159209/Goyang-dan-Berakting-Cinta-Ratu-Nansya-Masih-Anggap-Wajar
Lebih lanjut, ketika ditanya apakah ada yang aneh atau hal yang baru ketika terjun menjadi seorang penyanyi, pemeran utama Kutukan Arwah Santet itu menjelaskan bahwa nyanyi bukanlah suatu yang baru baginya, karena ia memang bercita-cita dan memendam sejak lama keinginan untuk menjadi penyanyi profesional.
"Nyanyi itu bukan hal baru buat aku. Cuma kemarin sibuk modelling sama syuting. Jadi ini impian yang tertunda," katanya disela-sela acara take vocal, untuk sebuah single hitsnya yang berjudul Tahan Dulu Cinta, di Bulungan, Jakarta Selatan. Sumber: :http://artis.inilah.com/read/detail/1963303/cinta-ratu-nansya-banting-stir-jadi-penyanyiMenjadi seorang penyanyi, tak semudah yang ia bayangkan, karena begitu banyak godaan yang datang silih berganti. Satu hal yang paling risi dan membuat ia marah, adalah ketika ia ditawari 'bookingan' oleh seorang yang mengaku sebagai pejabat di suatu kota saat ia menghadiri undangan konser dangdut.
"Aku tuh baru menyanyi, berkenalan dengan orang yang ngakunya pejabat, eh malah 'di booking'," katanya
"Aku marah karena dibilang cewek 'bookingan', dan bilang 'nggak bisa'," lanjutnya. Sumber: http://www.tribunnews.com/seleb/2013/08/17/pedangdut-ini-mengaku-kerap-digoda-pejabatMungkin baginya, penampilan dan cara berpakaiannya masih dalam batas wajar ketika ia beraksi di atas panggung Dangdut sebagai biduan, hal ini bertujuan untuk mengurangi imej negatif untuk genre ini. Akan tetapi, lain penampilan dan cara berpakainnya saat di luar aktifitas menyanyi, misalnya ketika ia menjadi foto model atau saat berakting di film, cara berpakaiannya bisa dibilang vulgar dan hot. Hal itu terbukti ketika penulis mendapatkan begitu banyak koleksi foto hotnya di internet dan juga akting panasnya di beberapa film yang dibintanginya. Sehingga orang tuanya (ibu) pernah menegur dan tidak setuju dengan salah satu adegannya yang dinilai berlebihan.
Lalu seperti apa single hits terbarunya yang berjudul Tahan Dulu Cinta ?. Simak saja aksi manggungnya di youtube di bawah ini.
Kamis, 04 Juni 2015
5 Penyanyi Dangdut Terlaris Di Youtube
Setelah di posting sebelumnya kami melakukan analisa sederhana tentang 5 grup koplo yang punya fans terbanyak di Facebook yang didasarkan pada page like resmi masing-masing grup, kali ini kami juga akan kembali melakukan riset sederhana tentang penyanyi yang paling banyak ditonton di Youtube.
Namun karena kami kesulitan dalam melacak semua penyanyi yang diunggah di Youtube, jadi riset sederhana ini didasarkan pada penyanyi yang memiliki jumlah penonton terbanyak untuk satu penyanyi dan satu lagu. Misalnya Evie Tamala - Selamat Malam (jumlah view = 50.000), Evie-Tamala - Ada Rindu (jumlah view= 250.000), maka yang digunakan sebagai riset adalah Evie Tamala - Ada Rindu.
Setelah beberapa jam melakukan pengamatan, didapatkan hasil sekitar 20 penyanyi lebih untuk angka 500.000 view (jumlah tayang) ke atas. Di antara penyanyi tersebut ada yang diiringi oleh Monata, Sera, Sagita, New Pallapa dan lainnya. Untuk lebih ringkas, kami hanya memasukkan penyanyi yang ditonton lebih dari 1 juta kali, dan itu hanya ditemukan 5 video saja.
Secara detilnya, berikut ini ke-5 video penyanyi Dangdut yang paling banyak ditonton di Youtube.
1. Video Mela Barbie - Mencari Mangsa Total View = 5.044.811x tayang
2. Lilin Herlina - Ayat-Ayat Cinta - Total View = 4.340.086x tayang
3. Merry Geboy - Sahara Total View = 4.207.851x tayang
4. Titin Kharisma - Liku-Liku Total View = 2.039.238x tayang
5. Lina Geboy - Capek Dech Total View = 1.603.945x tayang
Mungkin setelah penulis melakukan update artikel ini, jumlah masing-masing tayangan sudah mengalami perubahan.
Namun karena kami kesulitan dalam melacak semua penyanyi yang diunggah di Youtube, jadi riset sederhana ini didasarkan pada penyanyi yang memiliki jumlah penonton terbanyak untuk satu penyanyi dan satu lagu. Misalnya Evie Tamala - Selamat Malam (jumlah view = 50.000), Evie-Tamala - Ada Rindu (jumlah view= 250.000), maka yang digunakan sebagai riset adalah Evie Tamala - Ada Rindu.
Setelah beberapa jam melakukan pengamatan, didapatkan hasil sekitar 20 penyanyi lebih untuk angka 500.000 view (jumlah tayang) ke atas. Di antara penyanyi tersebut ada yang diiringi oleh Monata, Sera, Sagita, New Pallapa dan lainnya. Untuk lebih ringkas, kami hanya memasukkan penyanyi yang ditonton lebih dari 1 juta kali, dan itu hanya ditemukan 5 video saja.
Secara detilnya, berikut ini ke-5 video penyanyi Dangdut yang paling banyak ditonton di Youtube.
1. Video Mela Barbie - Mencari Mangsa Total View = 5.044.811x tayang
2. Lilin Herlina - Ayat-Ayat Cinta - Total View = 4.340.086x tayang
3. Merry Geboy - Sahara Total View = 4.207.851x tayang
4. Titin Kharisma - Liku-Liku Total View = 2.039.238x tayang
5. Lina Geboy - Capek Dech Total View = 1.603.945x tayang
Mungkin setelah penulis melakukan update artikel ini, jumlah masing-masing tayangan sudah mengalami perubahan.
Jumat, 22 Mei 2015
Devi, Kendang Dangdut Koplo Cewek [Youtube]
Umumnya, pemain kendang dalam sebuah grup Dangdut Koplo adalah seorang pria/cowok, karena untuk memainkan alat musik (manual) ini dibutuhkan power yang kuat dan teknik-teknik lain yang sulit dilakukan, terlebih untuk seorang wanita/cewek yang mayoritas memiliki tangan yang lembut dan lemah gemulai. Oleh karenanya, dari segudang musisi Dangdut yang ada di Indonesia atau mungkin dunia, barangkali sangat sulit menjumpai penabuh kendang dangdut/koplo wanita.
Namun jangan salah dan perlu sobat ketahui, bahwa sebenarnya pengendang Dangdut wanita pernah dijumpai di Indonesia dan cukup populer di kalangan pecinta dan musisi di era 80-90an, yaitu Titiek Noer. Selain sebagai penyanyi solo, beliau juga merangkap sebagai penabuh gendang di grupnya yang cukup fenomenal di era tersebut, OM. Kendedes. Sayangnya, setelah Kendedes meredup, sudah lama sekali tidak dijumpai sosok wanita populer yang punya dua profesi sekaligus di dunia Dangdut Indonesia seperti beliau (yang sekarang menjabat sebagai Pengurus PAMMI pusat ini).
Setelah menghilang dari perederan, saya mengira tak akan ada lagi pengganti atau suksesor kakak kandung Venty Noer yang juga satu grup dengan beliau. Tapi, di luar dugaan, baru-baru ini saya menjumpai seorang seniman Dangdut cewek yang juga memiliki 2 profesi seperti Titiek Nor. Pemain kendang Dangdut/koplo dan juga sebagai penyanyi. Namanya Devi Permata. Wanita asal kota seribu bunga, Magelang.
Devi, yang tergabung dalam Grup OM. Permata ini adalah seorang mahasiswi di sebuah PT. Swasta di kotanya, Magelang. Pengalaman pertama sebagai pengendang didapatnya melalui electune plus. Kemudian bergabung dengan Permata, Arista dan banyak lagi grup Dangdut Jogja lain dan juga kota-kota di Jateng dan sekitarnya yang menggunakan jasanya.
Selain sebagai kendanger, Devi juga seorang penyanyi yang memiliki teknik vokal yang cukup bagus. Sehingga tak heran kalau dirinya pernah didaulat menjadi backing vokal grup Ki Ageng Ganjur Jogja ketika beberapa waktu lalu melangsungkan tour musik kolaborasi bersama grup band legendaris Indonesia, SLANK.
Jika anda penasaran, silakan lihat aksi heboh pemain kendang cewek ini dalam sebuah pentas Dangdut yang bersumber dari video youtube.
Bagaimana pendapatnya sobat..?..hebat bukan, bernyanyi sekaligus jadi pemain kendang. Jadi kesimpulannya, ternyata masih ada musisi di kalangan wanita yang berprofesi sebagai penyanyi dan sekaligus pengendang seperti mbak Titik. Jika di antara pengunjung pernah melihat atau memiliki seorang teman perempuan atau mungkin anda sendiri yang memiliki profesi yang sama silakan tulis di kolom komentar. Hal ini sebagai tambahan pengetahuan tentang jumlah musisi Dangdut cewek, khususnya pengendang yang ada sekarang.
Namun jangan salah dan perlu sobat ketahui, bahwa sebenarnya pengendang Dangdut wanita pernah dijumpai di Indonesia dan cukup populer di kalangan pecinta dan musisi di era 80-90an, yaitu Titiek Noer. Selain sebagai penyanyi solo, beliau juga merangkap sebagai penabuh gendang di grupnya yang cukup fenomenal di era tersebut, OM. Kendedes. Sayangnya, setelah Kendedes meredup, sudah lama sekali tidak dijumpai sosok wanita populer yang punya dua profesi sekaligus di dunia Dangdut Indonesia seperti beliau (yang sekarang menjabat sebagai Pengurus PAMMI pusat ini).
Setelah menghilang dari perederan, saya mengira tak akan ada lagi pengganti atau suksesor kakak kandung Venty Noer yang juga satu grup dengan beliau. Tapi, di luar dugaan, baru-baru ini saya menjumpai seorang seniman Dangdut cewek yang juga memiliki 2 profesi seperti Titiek Nor. Pemain kendang Dangdut/koplo dan juga sebagai penyanyi. Namanya Devi Permata. Wanita asal kota seribu bunga, Magelang.
Devi, yang tergabung dalam Grup OM. Permata ini adalah seorang mahasiswi di sebuah PT. Swasta di kotanya, Magelang. Pengalaman pertama sebagai pengendang didapatnya melalui electune plus. Kemudian bergabung dengan Permata, Arista dan banyak lagi grup Dangdut Jogja lain dan juga kota-kota di Jateng dan sekitarnya yang menggunakan jasanya.
Selain sebagai kendanger, Devi juga seorang penyanyi yang memiliki teknik vokal yang cukup bagus. Sehingga tak heran kalau dirinya pernah didaulat menjadi backing vokal grup Ki Ageng Ganjur Jogja ketika beberapa waktu lalu melangsungkan tour musik kolaborasi bersama grup band legendaris Indonesia, SLANK.
Jika anda penasaran, silakan lihat aksi heboh pemain kendang cewek ini dalam sebuah pentas Dangdut yang bersumber dari video youtube.
Jumat, 15 Mei 2015
Lia Emilia, Satu Lagi Pedangdut Yang Sukses Go International
Mungkin tembang hitsnya tak seheboh Alamat Palsu milik Ayu Ting Ting, Goyangannya tak sepopuler, Goyang Itik ala Sazkia Gotik, dan namanya tak sefamiliar Ayu Ting Ting, Julia Perez atau Dewi Persik, namun penyanyi yang telah bertahun-tahun berkecimpung di belantika musik rakyat ini ternyata sudah melanglang buana ke berbagai negara. Nama panggungnya adalah Lia Emilia, satu lagi pedangdut yang sukses Go International.
Dikabarkan bahwa artis yang tergabung dalam grup The Smoothies (Nini Karlina, Fitri Karlina, Della Puspita dan Lia sendiri) ini baru-baru ini telah merampungkan serangkaian tour shownya di Jerman, Australia, Suriname, Belanda dan terakhir di Korea untuk launching lagu terbarunya yang berjudul "Ingin Lagi". Menurutnya menjadi artis Dangdut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan membawa musik khas bangsa Indonesia ke luar negeri lebih membanggakan lagi dan menjadi prestasi luar biasa bagi perempuan yang bertubuh seksi ini. Sebelum album "Ingin Lagi", ada beberapa lagu yang khusus diedarkan di luar negeri, terutama di Suriname adalah Album Cepetan Dong, Kopine Karie dan Syahara.
Di bulan ini (Mei), pedangdut ini juga akan melanjutkan kembali serangkaian tournya di Eropa. Salah satu di antaranya adalah Prancis, tepatnya di ibukota negara, Paris. Salah satu dari serangkaian tournya, Lia juga akan menghadiri sebuah acara Dangdut Festival. Namun belum diketahui di negara mana acara tersebut dilangsungkan yang jelas masih di Eropa.
Lia sendiri selain sebagai penyanyi Dangdut juga pernah menjadi bintang iklan Tje Fuk, Natur-E, presenter di sebuah Televisi, CB channel untuk program "On Music". Sedangakan satu keinginan Lia yang belum tercapai saat ini adalah ingin main di film layar lebar.
Secara umum, hal tersebut merupakan berita positif bagi Dangdut yang semakin sukses Go International, di mana sebelumnya juga telah dilakukan oleh artis-artis Dangdut senior seperti Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Camelia Malik, Yus Yunus, Rita Sugiarto, Ayu Ting Ting, Inul Daratista, Ikke Nurjanah dan sebagainya.
Sumber Berita:
http://www.poskotanews.com/2013/05/07/lia-emilia-go-internationalkan-lagu-dangdut/
Dikabarkan bahwa artis yang tergabung dalam grup The Smoothies (Nini Karlina, Fitri Karlina, Della Puspita dan Lia sendiri) ini baru-baru ini telah merampungkan serangkaian tour shownya di Jerman, Australia, Suriname, Belanda dan terakhir di Korea untuk launching lagu terbarunya yang berjudul "Ingin Lagi". Menurutnya menjadi artis Dangdut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan membawa musik khas bangsa Indonesia ke luar negeri lebih membanggakan lagi dan menjadi prestasi luar biasa bagi perempuan yang bertubuh seksi ini. Sebelum album "Ingin Lagi", ada beberapa lagu yang khusus diedarkan di luar negeri, terutama di Suriname adalah Album Cepetan Dong, Kopine Karie dan Syahara.Di bulan ini (Mei), pedangdut ini juga akan melanjutkan kembali serangkaian tournya di Eropa. Salah satu di antaranya adalah Prancis, tepatnya di ibukota negara, Paris. Salah satu dari serangkaian tournya, Lia juga akan menghadiri sebuah acara Dangdut Festival. Namun belum diketahui di negara mana acara tersebut dilangsungkan yang jelas masih di Eropa.
Lia sendiri selain sebagai penyanyi Dangdut juga pernah menjadi bintang iklan Tje Fuk, Natur-E, presenter di sebuah Televisi, CB channel untuk program "On Music". Sedangakan satu keinginan Lia yang belum tercapai saat ini adalah ingin main di film layar lebar.
Secara umum, hal tersebut merupakan berita positif bagi Dangdut yang semakin sukses Go International, di mana sebelumnya juga telah dilakukan oleh artis-artis Dangdut senior seperti Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Camelia Malik, Yus Yunus, Rita Sugiarto, Ayu Ting Ting, Inul Daratista, Ikke Nurjanah dan sebagainya.
Sumber Berita:
http://www.poskotanews.com/2013/05/07/lia-emilia-go-internationalkan-lagu-dangdut/
Minggu, 08 Maret 2015
Ini Dia Ratu Dangdut Malaysia Terheboh, Amelina!
Menurut salah seorang wanita yang bernama Puteri Dangdut, di akun Myspace ia mengatakan bahwa Dangdut pernah menjadi musik favorit di Malaysia sekitar tahun 1995-1998. Artis yang paling populer dan heboh saat itu adalah Amelina yang mendapat julukan Si Ratu Dangdut Malaysia, lalu disusul dengan banyaknya pendatang baru seperti Mas Idayu, Shikin, Ani Mayuni, Haiza, Leina Hangat, Ifa Raziah, Sheeda dan beberapa artis lain. Sementara lagu Dangdut yang menjadi hits saat itu adalah Rindu Ah Ah Ah, Asyik, Semakin Rindu Semakin Asyik koleksi Amelina yang terjual 200.000 ribu copy, Robek Hatiku, Senggol-sengolan milik Mas Idayu dan Angkat Kaki
lagu yang dinyanyikan oleh Sheeda.
Namun sayang seribu sayang, merebaknya kontroversi "underwear", yang konon digosipkan berselingkuh dengan Iwan, salah satu pasangan duetnya, (penyanyi Dangdut laki-laki top Malaysia yang sukses dengan salah satu tembang "Yang Sedang-Sedang Saja" ..Dia tidak cantik mak..dia tidak jelek mak..yang sedang-sedang saja..yang penting dia setia..), lama kelamaan musik ini agak kurang mendapat tempat (tidak populer lagi) di hati masyarakat.
Bahkan, setelah mengeluarkan album terakhir yang berjudul Cinta Oh Cinta, Amelina juga Iwan dikabarkan telah menghilang dari peredaran musik dan media hingga kini.
Salah satu lagu Dangdut yang berjudul Rindu Ah Ah Ah milik Si Ratu Dangdut Malaysia, Amelina bisa anda saksikan di bawah ini
Terlepas dari kontroversi tersebut, Amelina sangat berjasa terhadap perkembangan Dangdut yang mampu menghebohkan dan menjadi musik terpopuler Malaysia saat itu. Hal tersebut semakin menguatkan klaim bahwa Dangdut telah mendunia
Dalam posting sebelumnya disebutkan, selain di Malaysia, musik asli bangsa Indonesia juga telah diterima di berbagai negara, diantaranya di Jerman dengan model Dangdut Cowboy dan munculnya beberapa Grup dan penyanyi Dangdut di Jepang.
Sumber Referensi:
[1.] http://www.myspace.com/cicifaramida.
[2.] http://www.facebook.com/media/set/?set=a.302783219757703.63636.209185525784140&type=3
[3.] http://ms.wikipedia.org/wiki/Amelina
[4.] http://lanmamat.blogspot.com/2008_08_01_archive.html
Selasa, 03 Maret 2015
Review Moneta Rock-Dut Surabaya
Meskipun saat ini mayoritas grup-grup di Jawa Timur berhaluan Koplo, namun Moneta Surabaya mempertahankan eksistensinya dengan tetap berada di jalur Rock-dut. Grup ini tidak pernah mundur sekalipun atau ingin menghilangkan dan merubah "label" Rock-Duthnya meski untuk saat ini kalah popularitas dengan grup-grup yang murni bergenre koplo 100%. Hal ini bukan berarti grup ini anti-pati terhadap keberadaan atau eksistensi Dangdut koplo, cuma porsinya sedikit.
Grup yang dikawal oleh Imron Sadewo ini pada masanya (sebelum koplo lahir) adalah yang paling terkenal (tentunya selain Soneta Group pimp. Rhoma Irama) dan menjadi barometer bagi musisi atau grup lain, tidak hanya di Jawa Timur tetapi hampir di seluruh Indonesia.
Ketika Evita Project (Evie Tamala) digandeng grup ini untuk bekerjasama dalam menelorkan album perdananya yang bertajuk "TUMBAL", popularitas MONETA semakin menanjak tajam, terlebih ketika sebuah lagu dalam album tersebut yang berjudul Cinta Terlarang atau yang lebih populer dengan KANDAS (duet) sukses meraih pasar "dengar" masyarakat saat itu. Hampir satu juta copy atau mungkin lebih (jika dihitung dengan kaset bajakan) kaset tersebut terjual karena memang faktor lagu Kandas tersebut (ket. gambar). Sejak saat itu, Moneta sering diundang untuk menjadi pengiring artis-artis Ibukota di berbagai stasiun TV swasta nasional.
Adalah Friez Arsudi, sang pembesut melody gitar (salah satu gitaris Dangdut terbaik di Indonesia) memiliki gaya dan sentuhan ala Ingwy Malmsteen (salah satu gitaris terbaik dunia sepanjang masa). Begitu juga kehebatan Didik dalam menggebuk bedug londo (drum) dan rancak gendang tablanya. Imron Sadewo yang begitu lihai dan piawai memainkan "slapp bassnya". Permainan suling yang begitu mendayu-ndayu dan pijitan Piano dari salah satu pianis terbaik Jawa Timur (pada masanya), ditambah dengan harmonisasi saxophone dan trompet menjadikan Rock-Duth ini lebih menunjukkan permainan kualitas musik grup.
Mungkin bagi anda koplo-mania (dalam arti masyarakat awam) tak begitu mengenal (ataupun suka) dengan grup ini atau kalah popularitasnya dibandingkan dengan OM. Sera, New Pallapa, Monata atau bahkan Sonata dan apapun alasannya mereka akan tetap lebih menyukai grup-grup koplo itu. Namun bagi seniman atau musisi dan pengamat musik Dangdut tentu akan berbeda dalam menilai Moneta terutama dilihat dari musikalitas atau skill permainan individu musisi, sehingga tak segan-segan menganggap bahwa Moneta merupakan salah satu grup Dangdut terbaik di Indonesia, terlebih improvisasi musiknya yang begitu luar biasa dan membuat decak kagum musisi lain.
Perlu diberitahukan juga (bagi masyarakat awam fans baru penggemar koplo) bahwa lagu Akhir Sebuah Cerita (yang dipopulerkan ulang oleh Shodiq Monata) itu adalah salah satu lagu karya Moneta Rock-dut Surabaya yang juga tercantum dalam album "TUMBAL". Khusus di Jogja, lagu ASC tersebut (yang rata-rata baru mengenalnya setelah lagu itu dipublikasikan oleh Shodiq) pertama kali ditampilkan oleh GILAS Progressive Jogja tahun 2002 di saat masih banyak yang belum mengetahui atau menampilkannya. Selain itu, lagu yang berjudul "AKU" dalam album "Tumbal" tersebut bahkan sudah ditampilkan oleh grup Kasidah Al-Jami'ah, IAIN Sunan Kalijaga Jogja pada tahun 1999.
Hal tersebut membuktikan bahwa dulu grup asal Surabaya itu merupakan salah satu barometer musisi dan grup lain dan juga lebih dulu dikenal oleh musisi atau grup Dangdut, baik di Jawa Timur sendiri atau di daerah lain.
Namun roda zaman terus berputar, beberapa tahun belakang ini grup yang juga memproduksi lagu populer "Kandas" semakin lama semakin kalah popularitasnya dengan grup koplo di mata masyarakat umum (namun tidak bagi musisi tentunya). Meski banyak musisi atau grup lain yang menyayangkan "tenggelamnya" grup yang mulai populer di akhir tahun 90-an, tapi begitulah fakta yang tak mungkin dipungkiri saat ini. Yang jelas bagi kami, musisi dan grup-grup lain (teman-teman kami) tetap menyatakan penilaian bahwa MONETA adalah tetap salah satu grup Dangdut yang terbaik di Indonesia..
Itulah sedikit penilaian dan review dari kami terhadap orkes melayu ini. Silakan simak video konsernya di bawah ini, dan bila anda berkenan silakan berikan penilaian atau review untuk grup tersebut.
Video Youtube ini diunggah oleh Aan Difani
MONETA All Round Music Opening
Video diunggah oleh Ganas Pathi
Imron Sadewo
MAMA (cipt. Rhoma Irama)
Video diunggah oleh Eny Kediri
Imron Sadewo (bass) Featuring Evie Tamala
BUNGA SYURGA (cipt. Rhoma Irama)
Kalau video ini, selain bisa dinilai dari sisi musikalitas individu pemain, perform dan kekompakkan, sobat bisa menilai dari kualitas audio dan juga video, karena memang recordingnya langsung dari mixer dan juga menggunakan kamera profesional (bukan handycam dan sejenisnya). Hal ini sangat berbeda dari apa yang dihasilkan oleh video konser grup Dangdut favorit Jogja, OM. Bolo Bolo.
NB: Review itu adalah hasil penilaian yang berawal dari pembicaraan/diskusi dari berbagai musisi Dangdut Jogja dan Jawa Tengah seperti:
Deden Mahdyana (Gitaris Gilas), Anton (eks Keyboard Gilas), Afif (Suling Bolo-Bolo, eks gitaris Aljami'ah IAIN Jogja), Yatno (Lead Guitar Bolo-Bolo), Klowor (Bass Bolo-Bolo), Iwan (GILAS), Soleh (eks Suling Ken Arok), Bagong (Lathansa Jogja), Jono (Lathansa), Robert (Suling Maharanie Jogja), Prono (Suling Permata Jogja), Devi (Kendang Cewek Permata Jogja), Rusman (eks Kendang Ki Ageng Ganjur), Aming (eks Kendang Ki Ageng Ganjur), Syamsudin (eks rhytem Ki Ageng Ganjur Jogja), Agus (eks melody Ki Ageng Ganjur), alm. Sriyanto (eks melody Ki Ageng Ganjur Jogja), alm. Pak Min (Eks Gitaris Ken Arok Salatiga), Ateng (Keyboard Kendedes, Solo), Salam (kendang), Bambang (keyboard), Rofik (Piano), Maktum (bass), Nasir (bass), Fathudin (suling), Syaefudin (drum)==> (OG. Al-jami'ah IAIN Suka Jogja), Suheng (Gitaris OM. Sahabat Jakarta, eks gitaris OM. GORO-GORO Jogja), Tahang ( Gitaris fans Ingwy, Kalimantan), Yakub (gitaris Om. Irama Buana Jogja), Edi S (Keyboard GABEL, Kebumen), TOTO (Suling GABEL, Kebumen), Udin (Eks Gitaris OM. Mantara Kebumen)..Dll.
Jumat, 27 Februari 2015
Dangdut Koplo Iringi Kebaktian Gereja [Video]
Berdasarkan judulnya, saya hanya ingin membahas dari sudut pandang musiknya saja bukan pada sisi agama, karena kami bukan ahlinya. Intinya, secara umum musik Dangdut (termasuk genre koplo) sudah bisa diterima oleh semua kalangan, salah satunya adalah Gereja.
Tak disangkal lagi bahwa Dangdut Koplo memang menjadi daya tarik tersendiri. Tak hanya untuk orang-orang yang memang benar-benar fanatik saja, tapi hampir semua kalangan gandrung akan musik yang sedang booming sejak awal 2000-an ini. Tak hanya di lapangan terbuka atau di kafe, di tempat ibadahpun (baca:Gereja), Dangdut Koplo bisa digelar. Tak hanya untuk berhura-hura, senang-senang dan hanya sebagai sebuah hiburan semata, untuk acara religi seperti kebaktian pun bisa dilakukan. Salah satunya adalah upacara kegamaan (kebaktian) yang digelar oleh jemaat gereja KPPM GKJW Wonosalam, Mojokerto, Jawa Timur .
Seperti yang banyak orang tahu, bahwa musik kebaktian gereja identik dengan musik klasik (solo) yang biasanya hanya menggunakan iringan piano saja atau paduan suara, namun pada tgl. 26 Desember 2008 yang lalu, KPPM GKJW Jemaat Wonosalam menampilkan musik kebaktian yang berbeda dari umumnya. Acara kebaktian yang bertema “Natal Bersama Keluarga” tersebut, semua puji-pujian diringi oleh grup OM. Talenta.
Meski tak diketahui secara pasti mengapa gereja tersebut menggunakan iringan grup koplo untuk acara keagamaan tersebut, yang jelas genre yang satu ini sekarang diterima oleh semua kalangan. Mereka hanya mengambil sisi positifnya saja bahwa semua musik itu indah dan baik, tergantung bagaimana memperlakukan. Digelarnya konser grup koplo di sebuah tempat ibadah tersebut juga menghapus anggapan bahwa genre ini identik dengan hal negatif saja. Dari video tersebut, genre ini juga punya sisi positif, dan bahkan masuk dalam kategori Dangdut Koplo religi.
Sumber: http://www.gkjw.web.id/dangdut-koplo-musik-rohani-alternatif
Minggu, 22 Februari 2015
Konser Terbaik Grup Dangdut Favorit Jogja, OM. Bolo Bolo
Dalam rangka memeriahkan hari jadi Koran Merapi yang kedua, Koran merapi bekerja sama dengan instansi terkait menggelar voting terbuka kepada pembaca dan pelanggan untuk memilih satu grup Dangdut favorit yang ada di Jogja (Yogyakarta) tahun 2004-2005. Ada setidaknya 5 grup yang terseleksi, yaitu GILAS Progressive, Lathansa, Irama Buana, Kalingga dan OM. Bolo Bolo.
Proses seleksi ini berlangsung alami dan membutuhkan waktu sekitar dua bulan (Januari-Maret 2004). Entah apa yang menjadi dasar dan kriteria penilaian dari pihak penyelenggara dalam menyeleksi dan memasukkan ke 5 grup tersebut dalam daftar. Alami, karena memang tidak banyak yang tahu kalau Merapi menyelenggarakan voting tersebut.
Pada bulan Maret, pihak penyelenggara secara resmi (data sudah terhapus oleh Google) mengumumkan jumlah perolehan suara (voting) yang dikirim dengan cara mengirimkan kupon yang ditempel di bagian belakang kartu pos ke kantor redaksi koran Merapi yang ada di jalan P. Mangkubumi no. 40 Jogja. Sebagai peringkat pertama grup Dangdut favorit pilihan pembaca adalah OM. Bolo Bolo Jogja disusul oleh Irama Buana, Gilas, Lathansa dan Kalingga.
Serah terima penghargaan tersebut berlangsung di Hotel Santika Yogyakarta (foto). Sementara perayaan hari jadi (ulang tahun) koran merapi sendiri berlangsung di THR Purawisata Jogja. THR Purawisata merupakan sebuah tempat hiburan musik Dangdut yang (dulu) sangat terkenal dan menjadi pernah menjadi barometer musisi (grup), penyanyi dan penggemar di kawasan DIY dan sekitarnya, di mana setiap hari secara reguler, tempat ini selalu ada pentas Dangdut live. Bahkan menjadi sebuah rutinitas oleh beberapa turis Mancanegara yang suka Dangdut. Sayangnya, sekarang acara reguler yang sudah berlangsung puluhan tahun tersebut ditiadakan.
Mungkin bagi anda yang penasaran (bagi yang belum tahu), bagaimana permainan musik dan penampilan grup tersebut, kami dengan sengaja persembahkan beberapa video konser terbaik OM. Bolo Bolo yang terpilih sebagai grup Dangdut favorit Jogja tahun 2004 dalam event Hari Jadi Koran Merapi kedua yang berlangsung di THR Purawisata.
Itulah beberapa video konser terbaik yang dimiliki oleh grup yang berdiri pada Desember 2003. Bila gambar dan audionya kurang bagus mohon maaf, karena memang kualitas sound panggung seperti itu adanya, sementara untuk kualitas gambar, disebabkan karena masternya vcd yang sudah rada eror (8 tahun) dan juga proses konverting/editing yang kurang maksimal.
Jika sobat ingin menilai, tolong jangan menilai dari sisi audio dan visualnya, sudah pasti jelek. Mungkin lebih baik anda menilai dari sisi musikalitas (permainan skill individu pemain), perform dan kekompakan. Sebagai bukti lain kalau grup ini layak menyabet penghargaan itu adalah saat grup ini dipercaya untuk mengiringi sang raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama dalam rangka pelantikan pengurus PAMMI DPD DIY tahun 2006, silakan simak videonya di tautan ketika Rhoma Irama diringi grup lain.
Rabu, 18 Februari 2015
Artis Dangdut Seksi Jogja Buat Video Klip Pribadi
Berawal dari panggung ke panggung, biduan yang tak kalah seksi dengan Jennifer Lopez ini :), begitu menyukai musik dan lagu bercorak India. Untuk itu ia ingin sekali memiliki koleksi lagu pribadi yang berisi tembang bernuansa India.
Melihat potensi dan keinginan Eny, yang memang memiliki karakter suara yang cocok, Deden sebagai teman sepanggungnya baik di kafe maupun outdoor menawarinya untuk mencoba take vokal di studio mininya. Mendengar tawaran tersebut, Eny pun tanpa pikir panjang langsung menerimanya. Dan hanya beberapa hari saja, lagu tersebut sudah siap untuk dipublikasikan
Sayang, terbatasnya dana dan juga minimnya peralatan dalam pembuatan video klip (karena memang tujuan awalnya hanya untuk koleksi pribadi), sampai saat ini, lagu tersebut hanya dalam versi mp3 dan itupun baru satu lagu.
Namun, Eny tak kehabisan akal. Sebagai promosi (dalam rangka mencari donatur dalam pembuatan klip tersebut), ia tetap berusaha bagaimana caranya agar lagu ini bisa ditampilkan di sosmed seperti Youtube. Karena jika hanya dalam bentuk mp3 dijamin tidak akan bisa diupload ke Youtube.
Setelah cari info kesana kemari, akhirnya ia menemukan jawabannya untuk tetap membuat video klip (atau apalah namanya untuk jenis video seperti di bawah ini) untuk lagu tersebut, yaitu menampilkan beberapa koleksi foto seksinya saat ia menekuni seni fotografi disertai lagu hasil rekamannya. Dan akhirnya bisa di upload di youtube.
Dan inilah video klip pribadi tersebut;
Semoga saja ada produser atau siapa saja yang bersedia menjadi promotor bagi Eny untuk mendanai pembuatan video klipnya yang memang membutuhkan biaya yang sangat besar.
Kamis, 05 Februari 2015
Inilah Pentas Rhoma Irama Saat Diiringi Grup Lain
Banyak yang bilang kalau Rhoma akan menolak jika dia menerima job nyanyi tanpa grup yang turut serta mengangkat popularitasnya, Soneta, sekalipun itu adalah karaoke asli kaset/vcd tembang-tembang koleksi beliau sendiri (dan juga Soneta tentunya). Oleh karenanya banyak yang menilai jika ada sebuah grup yang pernah menjadi pengiring pentas beliau meski hanya membawakan satu atau dua buah lagu, itu adalah hal yang patut dibanggakan.
Memang dulu waktu saya masih SMA pernah membaca berita di sebuah surat kabar ketika beliau selesai dakwah dan pengajian di suatu desa (kalau tidak lupa, di sekitar semarang), oleh panitia beliau diminta untuk menyanyikan sebuah lagu dengan fasilitas yang sudah dipersiapkan. Namun beliau menolaknya, dengan alasan tidak pada event yang tepat terlebih tanpa Soneta.
Akan tetapi untuk kali ini, beliau bersikap tidak seperti yang sudah saya ceritakan. Dalam rangka pelantikan pengurus PAMMI DIY tahun 2006, atau tepatnya beberapa hari setelah terjadinya gempa yang melanda Jogja, sang Raja ternyata bersedia menyanyikan beberapa buah karyanya yang diiringi oleh salah satu Grup terbaik Jogja, OM. Bolo-Bolo sesaat setelah melantik beberapa pengurus PAMMI yang terpilih. Apakah mungkin sebagai "hadiah" bagi pengurus baru atau sebagai hiburan bagi tamu undangan (tertutup) yang sedang terkena musibah. Yang tahu jawabannya hanya Bang Haji sendiri..:)
Panitia yang sebelumnya tidak menyangka bahwa Ketua Umum PAMMI pusat ini akan bersedia mementaskan beberapa tembangnya dengan diiringi oleh Bolo-Bolo Jogja, hanya menyediakan sound system, dan kamera seadanya saja. Sehingga hasil recording baik audio atau videonya kurang maksimal. Lalu seperti apa hasil pentas Rhoma Irama saat diiringi grup lain, bukan Soneta. Apakah pentas beliau sama seperti ketika beliau bersama Soneta dengan sekaligus memetik gitar?.
Untuk lebih jelasnya silakan simak 3 buah video berikut ini. Ada 3 buah tembang yang beliau nyanyikan. Pertama Syahdu, Melody Cinta dan Kehilangan (feat)
Memang dulu waktu saya masih SMA pernah membaca berita di sebuah surat kabar ketika beliau selesai dakwah dan pengajian di suatu desa (kalau tidak lupa, di sekitar semarang), oleh panitia beliau diminta untuk menyanyikan sebuah lagu dengan fasilitas yang sudah dipersiapkan. Namun beliau menolaknya, dengan alasan tidak pada event yang tepat terlebih tanpa Soneta.
Akan tetapi untuk kali ini, beliau bersikap tidak seperti yang sudah saya ceritakan. Dalam rangka pelantikan pengurus PAMMI DIY tahun 2006, atau tepatnya beberapa hari setelah terjadinya gempa yang melanda Jogja, sang Raja ternyata bersedia menyanyikan beberapa buah karyanya yang diiringi oleh salah satu Grup terbaik Jogja, OM. Bolo-Bolo sesaat setelah melantik beberapa pengurus PAMMI yang terpilih. Apakah mungkin sebagai "hadiah" bagi pengurus baru atau sebagai hiburan bagi tamu undangan (tertutup) yang sedang terkena musibah. Yang tahu jawabannya hanya Bang Haji sendiri..:)
Panitia yang sebelumnya tidak menyangka bahwa Ketua Umum PAMMI pusat ini akan bersedia mementaskan beberapa tembangnya dengan diiringi oleh Bolo-Bolo Jogja, hanya menyediakan sound system, dan kamera seadanya saja. Sehingga hasil recording baik audio atau videonya kurang maksimal. Lalu seperti apa hasil pentas Rhoma Irama saat diiringi grup lain, bukan Soneta. Apakah pentas beliau sama seperti ketika beliau bersama Soneta dengan sekaligus memetik gitar?.
Untuk lebih jelasnya silakan simak 3 buah video berikut ini. Ada 3 buah tembang yang beliau nyanyikan. Pertama Syahdu, Melody Cinta dan Kehilangan (feat)
Jumat, 30 Januari 2015
Grup Dangdut Di Jerman Yang Lucu dan Lugu
Posting tentang lucunya Grup Dangdut Jerman ini sebenarnya masih terkait dengan tumbuh dan berkembanganya grup dan penyanyi Dangdut di Jepang yang sudah saya bahas beberapa waktu lalu. Namun karena masih ada perbedaan, jadi saya coba bahas di lain halaman.
Salah satu perbedaannya adalah bahwa tumbuh atau munculnya grup Dangdut di Jerman ini tidak sepesat dengan apa yang terjadi di Jepang. Sehingga penulis sendiri sangat sulit untuk mendapatkan data sejarah awal mula tumbuhnya grup Dangdut cowboy ini. Perbedaan kedua adalah saya belum menemukan penyanyi wanita seperti di Jepang. Dan terakhir adalah bahwa sebagian masyarakat lokal di Jerman belum sepenuhnya menerima kehadiran musik kita di sana karena mungkin baru masuk pada tahap perkenalan saja. Masuknya musik yang kita cinta ini rata-rata baru sebatas menghibur warga negara kita yang tinggal di negara tersebut, belum menyentuh ke masyarakat lokal.
Namun, meski hanya baru tahap perkenalan, saya sebagai seniman Dangdut merasa sangat bangga sekali dengan adanya grup di negara yang terkenal juga dengan tekonologinya. Meski juga belum ada organisasi atau komunitas resmi seperti yang sudah terbentuk di Jepang (J-Dangdut-red), namun benih-benih Dangdut sudah tertanam di sana. Salah satu cara perkenalan musik ini di sana adalah dengan menggelar berbagai festival budaya, seperti yang diselenggarakan beberapa tahun lalu oleh para pelajar Indonesia dalam Dangdut Festival Budaya Gottingen Jerman.
Berikut ini adalah link/channel video Youtube grup tersebut yang diunggah oleh Macanmeong55.
Dalam video tersebut, semua tampak seperti grup yang ada Indonesia, baik itu alat musiknya, aransemen atau bahasa dalam lagu tersebut, meski dari segi kostum dan teknik bermain musiknya agak sedikit berbeda. Saya sendiri tersenyum lucu melihat permainan atau pentas grup cowboy ini. Lucu dalam arti mereka tampak lugu dan sedikit kaku baik dalam memainkan alat musiknya atau ketika melantunkan lagunya dalam bahasa Indonesia. Namun demikian saya tetap memberi apresiasi kepada mereka, karena secara tidak langsung mereka juga berjasa mempopulerkan genre ini di negaranya.
Rabu, 28 Januari 2015
Tumbuhnya Grup Dan Penyanyi Dangdut Jepang
Pertumbuhan dan perkembangan kelompok dan penyanyi Dangdut di Jepang merupakan salah satu bukti bahwa musik adalah produk dari masyarakat Indonesia harus go international. Selain itu, juga kabar baik di tengah-tengah banyak orang Indonesia sendiri yang menganggap negatif terhadap musik ini. Karena, ternyata di balik sebagian asumsi mereka, Dangdut justru benar-benar diterima, dan berkembang pesat di Negeri Matahari tersebut.
Sebagian besar masyarakat internasional yang telah menerima pengaruh dari salah satu produk budaya Indonesia, tidak peduli atau bahkan khawatir tentang citra negatif sering menjadi polemik dan kontroversi di Indonesia. Seperti, kontroversi antara Inul vs Rhoma Irama tentang "Goyang Ngebor", penampilan tidak senonoh dari Dewi Persik, Trio Macan, yang beberapa waktu lalu dicekal di beberapa daerah oleh ulama setempat, atau kontroversi goyang erotis lainnya. Jadi kontroversi atau polemik yang sering terjadi di Indonesia, tidak mengurangi kecintaannya pada musik ini.
Komunikasi atau kerja sama budaya antara kedua negara yang berjalan dengan baik juga menjadi salah satu faktor tambahan. Sehingga uang, atau bahan yang diperoleh mungkin tidak menjadi prioritas utama, atau tidak menjadi satu-satunya sumber mata pencaharian serta popularitas. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan tujuan dari pelaku Dangdut di Indonesia sendiri yang tidak sedikit untuk menjadikan musik ini sebagai sumber mata pencaharian dan cara untuk mendapatkan popularitas.
Melihat fenomena tersebut, diterimanya Dangdut di Jepang merupakan pengaruh yang luar biasa dari para seniman Dangdut yang pernah memperkenalkan musik kita di negara tersebut, seperti Camelia Malik, Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Ikke Nurjanah, Rita Sugiarto dan sebagainya. Meski tidak mudah dan harus perlu perjuangan yang ekstra, ternyata pengaruh tersebut lambat laun membekas di hati masyarakat Jepang. Jadi perjuangan yang dijasakan oleh Camelia Malik, Rhoma atau yang lain tidak hanya sekedar pentas menghibur warga negara Indonesia yang ada di sana saja, tapi juga meninggalkan jejak (pengaruh) dan identitas bagi penduduk lokal asli. Sehingga Dangdutpun diterima, tumbuh dan berkembang pesat di sana.
Sebagai wujud nyata dari musik ini telah berhasil ditanam di tanah matahari terbit adalah dibentuknya sebuah komunitas atau organisasi secara legal (seperti PAMMI) yang disebut J-Dangdut, kependekan dari Jepang Dangdut. Organisasi ini konon katanya sejajar dengan organisasi lain di bawah pemerintahan Jepang, seperti J-Rock, J-Pop, J-League (Liga Sepakbola), dan sebagainya.
Di bawah komunitas atau organisasi tersebut, ada beberapa grup yang telah lama terbentuk, seperti OM. RANEMA (beberapa sumber mengatakan dulu dikenal sebagai OM Exist.), OM Hatikumi 93, Drunk Girlz, Temasindo, OM. Touhu, Dll. Di antara grup tersebut yang paling terkenal adalah OM. Hatikumi yang dibentuk pada sekitar tahun 1993.
Sebagai bonus, akan saya persembahkan penampilan grup Dangdut di Jepang yang saya dapatkan di Youtube. Dalam video youtube ini, sebuah grup (maaf tidak diketahui nama grupnya) sedang mementaskan lagu Dangdut Koplo Asli yang berjudul Goyang Dombret. Meskipun banyak falsnya, tapi kita sebagai bangsa dan sekaligus pecinta musik ini tetap memberikan apresiasi pada grup dan penyanyi ini. Bukan pada hasil penampilan (bagus atau tidak), tapi karena mereka telah menerima musik hasil karya seniman bangsa kita.














.jpg)



