dangdut

Tampilkan postingan dengan label Mancanegara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mancanegara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2015

Ratu Dangdut Malaysia Yang Hilang Akhirnya Ketemu

Amelina Saat masih menjadi penyanyi dangdut

Hallo sobat-sobat semua, kali ini saya akan berbagi berita terbaru seputar ditemukannya Amelina, mantan ratu Dangdut Malaysia yang pernah heboh lantaran kasus underwear yang menimpanya pada 1999.

Menghilangnya kabar penyanyi top negeri Jiran sejak Juni 1999 lalu karena kasus yang menimpa dirinya seputar underwear dan juga gosip tentang pernikahannya yang tidak direstui orang tuanya, telah ditemukan setelah salah seorang wartawan media internet mememergokinya sedang diusir dari rumah kontrakannya.  Sebenarnya lenyapnya kabar si pelantun lagu Rindu Ah..Ah..karena selama ini ia berganti nama menjadi Datin Norazlima binti Tan Sri Hj Amir Sharippudin. Selain itu, ia juga merubah penampilannya dengan berhijab.
Amelina setelah berhenti jadi penyanyi

Oleh karenanya banyak masyarakat yang merasa tertipu dengan nama tersebut, begitu pula dengan penampilannya yang jauh berbeda ketika menjadi artis. Namun demikian ia menolak dikatakan menipu. Dia hanya ingin menjauh dari liputan media seputar ia dan keluargannya, dan menolak semua tuduhan yang menimpa diri dan keluarganya
"Saya tidak pernah menipu, saya hanya ingin mengelirukan beberapa pihak dan mengelakkan sebarang publisiti dibuat tentang saya dan keluarga saya".
"Karena itulah saya menggunakan nama Datin Norazlima binti Tan Sri Hj Amir Sharippudin untuk mengelak orang tahu tentang saya" Lanjutnya
Ia dan suaminya menghilang karena memang ingin menjauhi dunia entertainment yang selama ini justru mencemarkan nama baiknya dan adanya kemungkinan fitnah yang menimpa dirinya serta keluarganya soal pernikahannya.
"Saya dah lali dengan hidup sebagai selebriti ni, kini saya mahukan privasi dan tidak mahu orang jaja-jaja nama saya lagi". Kata Amelina ketika ditemui wartawan sebuah media di Malaysia ketika ia sedang melawan pihak penyewa rumahnya setelah diusir. Karena masalah itulah, artis yang pernah top ini akhirnya ditemukan
Saat Amelina diusir dari rumah sewanya

Namun sayangnya, baik ketika menghilang atau ketemu sama-sama ada dalam sebuah kasus. Kali ini kasusnya adalah bahwa Amelina dan suaminya diusir dari rumah sewanya oleh Ravi (pemilik rumah sewa tersebut), karena tidak melakukan pembayaran selama dua bulan dan juga tunggakan listrik dan air. Ia pun merasa kesal karena tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya dan langsung divonis dengan mengusirnya dan mengeluarkan seluruh barang miliknya dan suami. Untuk itu, ia akan mengadukan keadilan ke perangkat hukum setempat.
"Kami telah dikelirukan...kami akan membawa perkara ini ke peringkat yang lebih tinggi"

Untuk berita selengkapnya silakan kunjungi web ini:  http://ping.busuk.org/v/114566/iwan-dan-amelina-terkini-dah-insaf.html ..pusing juga nerjemahin bahasa Malaysia...

Jumat, 14 Agustus 2015

Goyang Ngebor Inul Hebohkan Taiwan

Hebohnya inul saat goyang Taiwan
Siapa yang tak kenal dengan biduan yang melejit karena aksi goyang ngebornya, Inul Daratista. Pedangdut asli Pasuruan yang mulai dikenal masyarakat lewat CD bajakan dan beritanya sampai masuk ke BBC News (padahal sangat sulit sebuah berita menembus BBC) itu sudah malang melintang ke beberapa negara, salah satunya adalah Taiwan.

Event yang sendirinya merupakan tour show pribadi ini berlangsung usai lebaran tahun lalu dan merupakan hasil kerja sama antara Kamar Dagang Indonesia, provider sebuah kartu seluler dan duta besar Indonesia untuk Taiwan.

Konser yang digelar secara terbuka di sebuah gedung olahraga ini nampaknya begitu menghebohkan pengunjung yang hadir. Tak hanya para TKW yang menyaksikan pagelaran tersebut, tapi juga warga lokal yang berada di sekitar kota Taipei.

Penyanyi yang beberapa hari lalu membagikan THR kepada 10.000 karyawan Inul Vista di seluruh Indonesia sebanyak 5 Milyar tersebut membawakan sekitar 12-15 lagu Koplo terpopuler saat itu dan beberapa lagu lain termasuk Mandarin, Reggae, Pop dan Campursari.
"Kebetulan saya nyanyi bukan hanya dangdut, jadi di mix saja, ada pop, ada lagu mandarin juga dan dangdut. Jadi ya siapa saja bisa menikmati. Banyak lagu jawa karena TKI di sana yang dari Jawa Tengah dan Timur. Membawakan sekitar 12 sampai 15 lagu," ungkap istri Adam Suseno itu, seperti dilansir Okezone.com.
Konser tersebut diselenggarakan memang bertujuan untuk menghibur para TKI di sana yang mayoritas didominasi warga Jawa Tengah dan Jawa Timur saat liburan Hari Raya Idul Fitri setahun yang lalu. Namun demikian hal tersebut tidak lantas dilupakan begitu saja, karena hebohnya Inul saat goyang Taiwan itu ternyata berhasil direkam dengan kamera amatir oleh seorang penonton yang kemudian diunggah ke Youtube.

Ini artinya musik ini sudah benar-benar go internasional (yang go international itu musiknya bukan Inulnya. Berkeliling atau tour musik ke berbagai negara bukan berarti go International, terkecuali ia mampu menciptakan dan mempengaruhi warga setempat dengan hasil cipta dan kreasinya sendiri) juga mendapat perlakuan dan apresiasi positif. Salah satu bukti lain adalah berkembangnya grup dan biduan Dangdut di Jepang, dan sejumlah negara lain di dunia

Minggu, 08 Maret 2015

Ini Dia Ratu Dangdut Malaysia Terheboh, Amelina!


Amelina Ratu Dangdut Malaysia Saat Masih Berjaya
Menurut salah seorang wanita yang bernama Puteri Dangdut, di akun Myspace ia mengatakan bahwa Dangdut pernah menjadi musik favorit di Malaysia sekitar tahun 1995-1998. Artis yang paling populer dan heboh saat itu adalah Amelina yang mendapat julukan Si Ratu Dangdut Malaysia, lalu disusul dengan banyaknya  pendatang baru seperti Mas Idayu, Shikin, Ani Mayuni, Haiza, Leina Hangat, Ifa Raziah, Sheeda dan beberapa artis lain. Sementara lagu Dangdut yang menjadi hits saat itu adalah Rindu Ah Ah Ah, Asyik, Semakin Rindu Semakin Asyik koleksi Amelina yang terjual 200.000 ribu copy, Robek Hatiku, Senggol-sengolan milik Mas Idayu dan Angkat Kaki
lagu yang dinyanyikan oleh Sheeda.

Namun sayang seribu sayang, merebaknya kontroversi "underwear", yang konon digosipkan berselingkuh dengan Iwan, salah satu pasangan duetnya, (penyanyi Dangdut laki-laki top Malaysia yang sukses dengan salah satu tembang "Yang Sedang-Sedang Saja" ..Dia tidak cantik mak..dia tidak jelek mak..yang sedang-sedang saja..yang penting dia setia..), lama kelamaan musik ini agak kurang mendapat tempat (tidak populer lagi) di hati masyarakat.

Bahkan, setelah mengeluarkan album terakhir yang berjudul Cinta Oh Cinta, Amelina juga Iwan dikabarkan telah menghilang dari peredaran musik dan media hingga kini.

Salah satu lagu Dangdut yang berjudul Rindu Ah Ah Ah milik Si Ratu Dangdut Malaysia, Amelina bisa anda saksikan di bawah ini



Terlepas dari kontroversi tersebut, Amelina sangat berjasa terhadap perkembangan Dangdut yang mampu menghebohkan dan menjadi musik terpopuler Malaysia saat itu. Hal tersebut semakin menguatkan klaim bahwa Dangdut telah mendunia

Dalam posting sebelumnya disebutkan, selain di Malaysia, musik asli bangsa Indonesia juga telah diterima di berbagai negara, diantaranya di Jerman dengan model Dangdut Cowboy dan munculnya beberapa Grup dan penyanyi Dangdut di Jepang.

Sumber Referensi:  

[1.] http://www.myspace.com/cicifaramida. 
[2.] http://www.facebook.com/media/set/?set=a.302783219757703.63636.209185525784140&type=3 
[3.] http://ms.wikipedia.org/wiki/Amelina
[4.] http://lanmamat.blogspot.com/2008_08_01_archive.html

Jumat, 30 Januari 2015

Grup Dangdut Di Jerman Yang Lucu dan Lugu



Grup Dangdut di Jerman
Posting tentang lucunya Grup Dangdut Jerman ini sebenarnya masih terkait dengan tumbuh dan berkembanganya grup dan penyanyi Dangdut di Jepang yang sudah saya bahas beberapa waktu lalu. Namun karena masih ada perbedaan, jadi saya coba bahas di lain halaman.

Salah satu perbedaannya adalah bahwa tumbuh atau munculnya grup Dangdut di Jerman ini tidak sepesat dengan apa yang terjadi di Jepang. Sehingga penulis sendiri sangat sulit untuk mendapatkan data sejarah awal mula tumbuhnya grup Dangdut cowboy ini. Perbedaan kedua adalah saya belum menemukan penyanyi wanita seperti di Jepang. Dan terakhir adalah bahwa sebagian masyarakat lokal di Jerman belum sepenuhnya menerima kehadiran musik kita di sana karena mungkin baru masuk pada tahap perkenalan saja. Masuknya musik yang kita cinta ini rata-rata baru sebatas menghibur warga negara kita yang tinggal di negara tersebut, belum menyentuh ke masyarakat lokal.

Namun, meski hanya baru tahap perkenalan, saya sebagai seniman Dangdut merasa sangat bangga sekali dengan adanya grup di negara yang terkenal juga dengan tekonologinya. Meski juga belum ada organisasi atau komunitas resmi seperti yang sudah terbentuk di Jepang (J-Dangdut-red), namun benih-benih Dangdut sudah tertanam di sana. Salah satu cara perkenalan musik ini di sana adalah dengan menggelar berbagai festival budaya, seperti yang diselenggarakan beberapa tahun lalu oleh para pelajar Indonesia dalam Dangdut Festival Budaya Gottingen Jerman.

Berikut ini adalah link/channel video Youtube grup tersebut yang diunggah oleh Macanmeong55.



Dalam video tersebut, semua tampak seperti grup yang ada Indonesia, baik itu alat musiknya, aransemen atau bahasa dalam lagu tersebut, meski dari segi kostum dan teknik bermain musiknya agak sedikit berbeda. Saya sendiri tersenyum lucu melihat permainan atau pentas grup cowboy ini. Lucu dalam arti mereka tampak lugu dan sedikit kaku baik dalam memainkan alat musiknya atau ketika melantunkan lagunya dalam bahasa Indonesia. Namun demikian saya tetap memberi apresiasi kepada mereka, karena secara tidak langsung mereka juga berjasa mempopulerkan genre ini di negaranya.

Rabu, 28 Januari 2015

Tumbuhnya Grup Dan Penyanyi Dangdut Jepang

Tumbuhnya grup dan penyanyi Dangdut Jepang

Pertumbuhan dan perkembangan kelompok dan penyanyi Dangdut di Jepang merupakan salah satu bukti bahwa musik adalah produk dari masyarakat Indonesia harus go international. Selain itu, juga kabar baik di tengah-tengah banyak orang Indonesia sendiri yang menganggap negatif terhadap musik ini. Karena, ternyata di balik sebagian asumsi mereka, Dangdut justru benar-benar diterima, dan berkembang pesat di Negeri Matahari tersebut.

Sebagian besar masyarakat internasional yang telah menerima pengaruh dari salah satu produk budaya Indonesia, tidak peduli atau bahkan khawatir tentang citra negatif sering menjadi polemik dan kontroversi di Indonesia. Seperti, kontroversi antara Inul vs Rhoma Irama tentang "Goyang Ngebor", penampilan tidak senonoh dari Dewi Persik, Trio Macan, yang beberapa waktu lalu dicekal di beberapa daerah oleh ulama setempat, atau kontroversi goyang erotis lainnya. Jadi kontroversi atau polemik yang sering terjadi di Indonesia, tidak mengurangi kecintaannya pada musik ini.

Komunikasi atau kerja sama budaya antara kedua negara yang berjalan dengan baik juga menjadi salah satu faktor tambahan. Sehingga uang, atau bahan yang diperoleh mungkin tidak menjadi prioritas utama, atau tidak menjadi satu-satunya sumber mata pencaharian serta popularitas. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan tujuan dari pelaku Dangdut di Indonesia sendiri yang tidak sedikit untuk menjadikan musik ini sebagai sumber mata pencaharian dan cara untuk mendapatkan popularitas.

Melihat fenomena tersebut, diterimanya Dangdut di Jepang  merupakan pengaruh yang luar biasa dari para seniman Dangdut yang pernah memperkenalkan musik kita di negara tersebut, seperti Camelia Malik, Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, Ikke Nurjanah, Rita Sugiarto dan sebagainya. Meski tidak mudah dan harus perlu perjuangan yang ekstra, ternyata pengaruh tersebut lambat laun membekas di hati masyarakat Jepang. Jadi perjuangan yang dijasakan oleh Camelia Malik, Rhoma atau yang lain tidak hanya sekedar pentas menghibur warga negara Indonesia yang ada di sana saja, tapi juga meninggalkan jejak (pengaruh) dan identitas bagi penduduk lokal asli. Sehingga Dangdutpun diterima, tumbuh dan berkembang pesat di sana.

Sebagai wujud nyata dari musik ini telah berhasil ditanam di tanah matahari terbit adalah dibentuknya sebuah komunitas atau organisasi secara legal (seperti PAMMI) yang disebut J-Dangdut, kependekan dari Jepang Dangdut. Organisasi ini konon katanya sejajar dengan organisasi lain di bawah pemerintahan Jepang, seperti J-Rock, J-Pop, J-League (Liga Sepakbola), dan sebagainya.

Di bawah komunitas atau organisasi tersebut, ada beberapa grup yang telah lama terbentuk, seperti OM. RANEMA (beberapa sumber mengatakan dulu dikenal sebagai OM Exist.), OM Hatikumi 93, Drunk Girlz, Temasindo, OM. Touhu, Dll. Di antara grup tersebut yang paling terkenal adalah OM. Hatikumi yang dibentuk pada sekitar tahun 1993.

Sebagai bonus, akan saya persembahkan penampilan grup Dangdut di Jepang yang saya dapatkan di Youtube. Dalam video youtube ini, sebuah grup (maaf tidak diketahui nama grupnya) sedang mementaskan lagu Dangdut Koplo Asli yang berjudul Goyang Dombret. Meskipun banyak falsnya, tapi kita sebagai bangsa dan sekaligus pecinta musik ini tetap memberikan apresiasi pada grup dan penyanyi ini. Bukan pada hasil penampilan (bagus atau tidak), tapi karena mereka telah menerima musik hasil karya seniman bangsa kita.