Mungkin banyak yang belum tahu siapa saja perempuan yang menghebohkan dalam sejarah atau cerita cinta sang Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama. Tak pernah berita ini diekspos media layaknya berita yang juga menggemparkan masyarakat Indonesia, ketika pada tanggal 2 Agustus 2005 Rhoma Irama mengumumkan telah menikah siri dengan Angel Lelga pada 6 Maret 2003 (sumber: Wikipedia). Yang jelas bukan istrinya yang sekarang, Rica Rachim atau mantan istrinya Veronica di antara 5 nama wanita yang selalu disebut oleh ketua PAMMI ini.
5 wanita tersebut adalah, Ani, Camelia, Chane, Ida dan Rika. Ani adalah sebuah judul lagu Rhoma Irama yang cukup terkenal terutama bagi fans berat bang haji atau sonetamania dan hingga saat ini masih sering kita dengarkan dan dipentaskan baik off air atau on air. Lagu Ani juga pernah menjadi salah satu soundtrack film Penasaran tahun 1976. Sedangkan Ida tersebut dalam sebuah lagu yang berjudul "Rhoma dan Ida" dan juga masuk dalam film Raja Dangdut tahun 1978. Untuk Chane, mungkin banyak penggemar Dangdut umum/baru yang belum tahu (kecuali fans berat Rhoma seperti saya) tentang tembang tersebut, silakan cari di google . Sedangkan Rika tersebut dalam sebuah lagu asli Rhoma Irama yang berjudul "Tak Dapat Tidur" dan terdapat dalam film Cinta Segi Tiga tahun 1979 .Camelia juga merupakan bagian dari lagu bang haji yang terselip juga dalam film CAMELIA tahun 1979. Sementara maksud dari cinta segitiga yang terjadi dalam kisah cinta bang haji adalah antara Ani dan Rika yang tersebut dalam sebuah lagu yang berjudul BIMBANG yang juga disoundtrackfilmkan dalam judul Sebuah Pengorbanan (1982).
Itulah sekilas cerita tentang 5 nama wanita selalu disebut Rhoma dalam beberapa buah tembang koleksinya.
dangdut, dangdut hot, dangdut koplo, dangdut music, dangdut koplo terbaru, dangdut mp3, dangdut koplo hot, dangdut monata, dangdut academy, dangdut terbaru, dangdut hot, dangdut koplo, dangdut music, dangdut koplo terbaru, dangdut mp3, dangdut koplo hot, dangdut monata, dangdut academy, dangdut terbaru, dangdut indonesia, dangdut academy, dangdut academy indosiar, dangdut akademi, dangdut aku rapopo,
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 November 2015
Jumat, 21 Agustus 2015
Download Lagu Caca Handika Dalam Cerita
Cerita 'fiktif' ini disusun berdasar koleksi lagu Caca Handika, di mana setiap judul terdapat link download mp3. Daftar lagu yang akan saya jadikan bahan cerita di bawah ini hanya yang paling populer dan pernah hits, seperti Undangan Palsu, Angka Satu, Mandi Kembang dan sebagainya.
Berikut ini cerita fiktifnya sekaligus link download lagu :
Caca Handika, selain sebagai penyanyi, ternyata mempunyai bakat dalam desainer batik. Saya baru tahu setelah cari informasinya di wikipedia, sebuah web yang sangat terkenal dalam bidang apa saja di mana para user bisa berperan aktif dalam membuat tulisan.
Saya mulai tertarik dengan biografinya setelah sering muncul di layar kaca. Namun bukan sebagai penyanyi atau artis Dangdut !. Ia memiliki peran baru sebagai komedian di salah satu program televisi, Trans TV sebelum akhirnya dibanned oleh KPI pada Juni 2014. Tak mengira dan tak pernah terduga sebelumnya, jika pelantun Undangan Palsu ini mempunyai bakat sebagai seorang komedian. Sebuah profesi yang menurut saya lebih sulit dari pada penyanyi.
Heran, lantaran saya salah menduga, jika ternyata penyanyi yang juga sukses dengan album keduanya yang berjudul Mandi Kembang ini memiliki selera humoris yang tinggi. Padahal, jika dilihat dari perangainya, bang Caca tampak kalem dan pendiam. Pertama kali saya lihat di acara tersebut, yaitu ketika pria yang gemar melagukan Cincin Putih ini menjadi dewan juri untuk kontes-kontesan Dangdut bersama Mansyur S.
Padahal kondisi hati saya waktu itu sedang carut marut akibat masalah asmara, sampai-sampai tak sadar diri harus melakukan salah satu perintah mbah dukun untuk Bakar Kemenyan agar dia mau kembali lagi ke tangan saya. Namun berkat aksi Caca Handika yang kocak tersebut saya cukup terhibur karenanya, sekalipun tidak menyelesaikan permasalahan asmara tersebut.
Sebenarnya saya tahu kalau yang saya lakukan itu bertentangan dengan ajaran agama yang saya anut. Namun, karena kebodohan saya itulah saya nekat melakukannya, terlebih hal itu sama sekali tidak merubah apapun. Dia tetap pergi menjauh dari kehidupan saya untuk memiliki laki-laki lain. Meski sedih karena saya kini sendiri (tanpa dia lagi), saya hanya berdoa agar apa yang dipilihnya adalah yang terbaik. Meski sekarang harus lebih mandiri, masak sendiri, cuci baju sendiri, tidur sendiri dan pokoknya serba sendiri seperti kata lagu Angka Satu koleksi Caca Handika, saya harus perlahan-lahan melupakannya.
Banyak sahabat saya dan bahkan Orang Sekampung yang menyayangkan kejadian asmara yang menimpa saya ini, karena sebelumnya, menurut mereka saya dan dia adalah pasangan ideal yang menjadi teladan di kampung saya. Dan hampir Semua Tau kalau hubungan saya dan dia sudah dijalin selama puluhan tahun. Tapi kandas begitu saja, mungkin karena saya hanya seorang blogger dan musisi Dangdut yang tak bisa memenuhi tuntutan kebutuhannya kewanitaannya (perhiasan, kosmetik, mobil dll). Dia pergi tanpa pamit dan tak meninggalkan pesan apapun. Barang-barang yang ia milikipun tak tersisa satupun, bahkan Gantungan Baju yang pernah dibelinya juga dibawa kabur......THE END
Itulah cerita fiktif tentang asmara yang saya alami yang disusun berdasarkan koleksi lagu Caca Handika. Sayapun menulis posting ini sambil mendengarkan salah satu lagunya yang berjudul Air Mata Bawang, sebuah lagu yang dulu pernah saya pentaskan bersama grup OG. Aljami'ah, ketika masih menjadi Mahasiswa UIN Jogja.
Sekian dulu posting hari ini, jangan lupa karena ini model baru, untuk download koleksi lagunya, silakan klik link berwarna di atas yang saya sesuaikan dengan judulnya. Sekarang saatnya menambah perbendaharaan lagu-lagu Dangdut Campursari yang masih tergolong sedikit. Semoga bermanfaat dan SAMPAI JUMPA.....
Berikut ini cerita fiktifnya sekaligus link download lagu :
Caca Handika, selain sebagai penyanyi, ternyata mempunyai bakat dalam desainer batik. Saya baru tahu setelah cari informasinya di wikipedia, sebuah web yang sangat terkenal dalam bidang apa saja di mana para user bisa berperan aktif dalam membuat tulisan.
Saya mulai tertarik dengan biografinya setelah sering muncul di layar kaca. Namun bukan sebagai penyanyi atau artis Dangdut !. Ia memiliki peran baru sebagai komedian di salah satu program televisi, Trans TV sebelum akhirnya dibanned oleh KPI pada Juni 2014. Tak mengira dan tak pernah terduga sebelumnya, jika pelantun Undangan Palsu ini mempunyai bakat sebagai seorang komedian. Sebuah profesi yang menurut saya lebih sulit dari pada penyanyi.
Heran, lantaran saya salah menduga, jika ternyata penyanyi yang juga sukses dengan album keduanya yang berjudul Mandi Kembang ini memiliki selera humoris yang tinggi. Padahal, jika dilihat dari perangainya, bang Caca tampak kalem dan pendiam. Pertama kali saya lihat di acara tersebut, yaitu ketika pria yang gemar melagukan Cincin Putih ini menjadi dewan juri untuk kontes-kontesan Dangdut bersama Mansyur S.
Padahal kondisi hati saya waktu itu sedang carut marut akibat masalah asmara, sampai-sampai tak sadar diri harus melakukan salah satu perintah mbah dukun untuk Bakar Kemenyan agar dia mau kembali lagi ke tangan saya. Namun berkat aksi Caca Handika yang kocak tersebut saya cukup terhibur karenanya, sekalipun tidak menyelesaikan permasalahan asmara tersebut.
Sebenarnya saya tahu kalau yang saya lakukan itu bertentangan dengan ajaran agama yang saya anut. Namun, karena kebodohan saya itulah saya nekat melakukannya, terlebih hal itu sama sekali tidak merubah apapun. Dia tetap pergi menjauh dari kehidupan saya untuk memiliki laki-laki lain. Meski sedih karena saya kini sendiri (tanpa dia lagi), saya hanya berdoa agar apa yang dipilihnya adalah yang terbaik. Meski sekarang harus lebih mandiri, masak sendiri, cuci baju sendiri, tidur sendiri dan pokoknya serba sendiri seperti kata lagu Angka Satu koleksi Caca Handika, saya harus perlahan-lahan melupakannya.
Banyak sahabat saya dan bahkan Orang Sekampung yang menyayangkan kejadian asmara yang menimpa saya ini, karena sebelumnya, menurut mereka saya dan dia adalah pasangan ideal yang menjadi teladan di kampung saya. Dan hampir Semua Tau kalau hubungan saya dan dia sudah dijalin selama puluhan tahun. Tapi kandas begitu saja, mungkin karena saya hanya seorang blogger dan musisi Dangdut yang tak bisa memenuhi tuntutan kebutuhannya kewanitaannya (perhiasan, kosmetik, mobil dll). Dia pergi tanpa pamit dan tak meninggalkan pesan apapun. Barang-barang yang ia milikipun tak tersisa satupun, bahkan Gantungan Baju yang pernah dibelinya juga dibawa kabur......THE END
Itulah cerita fiktif tentang asmara yang saya alami yang disusun berdasarkan koleksi lagu Caca Handika. Sayapun menulis posting ini sambil mendengarkan salah satu lagunya yang berjudul Air Mata Bawang, sebuah lagu yang dulu pernah saya pentaskan bersama grup OG. Aljami'ah, ketika masih menjadi Mahasiswa UIN Jogja.
Sekian dulu posting hari ini, jangan lupa karena ini model baru, untuk download koleksi lagunya, silakan klik link berwarna di atas yang saya sesuaikan dengan judulnya. Sekarang saatnya menambah perbendaharaan lagu-lagu Dangdut Campursari yang masih tergolong sedikit. Semoga bermanfaat dan SAMPAI JUMPA.....
Selasa, 19 Mei 2015
Cerita Menggelikan Di Kafe Dangdut
"Bukan Kehilangan Rhoma Tapi Brodin...!!"Itulah sangkal salah satu penggemar Dangdut Koplo ketika hendak sumbang suara di sebuah kafe Dangdut Jogja.
Dari survey kecil-kecilan selama setahun ini, kami mencatat masih banyak penggemar Dangdut Koplo yang nyata-nyata tidak mengetahui penyanyi asli sebuah lagu Dangdut tertentu. Dari 100 orang yang kami catat, hanya 30 orang saja yang benar-benar tahu siapa penyanyi asli lagu tersebut, sementara sebanyak 70 orang tahu penyanyi asli dari sebuah lagu lewat Vcd yang beredar luas di pasaran. Ini artinya sekitar 70 % penggemar/fans grup Dangdut Koplo (Jawa Timuran), masih buta atau mungkin gak mau tahu siapa penyanyi asli tembang-tembang Dangdut lawas yang pernah beredar sebelum lahir aliran musik terebut. Bahkan ada yang mengatakan bahwa lagu-lagu seperti Menunggu, Pertemuan, Akhir Sebuah Cerita, Tabir Kepalsuan, dan lain-lainya merupakan Lagu Dangdut terbaru..!Judul posting tersebut sengaja kami kupas di sini karena memang salah satu cerita kejadian paling menggelikan di kafe Dangdut. Kejadian tersebut berlangsung di salah satu kafe populer di Jogja. Dengan selembar uang 50 ribuan, si pengunjung request sebuah lagu yang berjudul Kehilangan. Namun grup musik Bolo-Bolo Jogja tidak segera memulainya karena muusisi masih bingung dengan permintaan pengunjung tersebut. Karena lagu Kehilangan baik milik Rhoma atau Firman sama-sama sering direquest relasi. Melalui MC, musisi menanyakan maksud lagu kepada pengunjung tersebut:
....''Maaf mas, Kehilangannya siapa?..Rhoma atau Firman?..." tanya si MC. Setengah sadar, si relasi langsung menjawab dengan nada keras " lagunya Brodin yang kalau sudah tiada !!.." .lalu MC yang tahu bahwa maksud lagu yang dipinta si relasi adalah milik Rhoma menyampaikannya pada musisi melalui microphonnya " Mas musisi..kehilangan milik Rhoma.." mendengar apa yang disampaikan MC, relasipun melalui microphonenya kembali menyangkal dengan suara yang lebih keras lagi sambil setengah sadar Bukan kehilangan Rhoma, tapi Brodin..!!"Mendengar sangkalan tersebut, musisi grup Dangdut terfavorit Jogja kontan langsung tertawa geli. Cerita kejadian menggelikan di Kafe Dangdut sebenarnya kerap kali terjadi, terutama sejak penulis melakukan survey atau pengamatan sederhana. Karena, selain lagu tersebut, masih banyak sekali lagu-lagu lain yang tidak diketahui oleh penggemar Dangdut sekarang. Karena mereka rata-rata hanya tahu sebuah lagu lewat kepingan Vcd bajakan yang begitu mudah dan murah didapatkan. Sungguh miris sekali........
Rabu, 04 Maret 2015
Gila! Nonton Dangdut Koplo Sambil Masturbasi
Mungkin lucu atau bahkan tidak percaya ketika anda membaca judul nonton pentas dangdut sambil masturbasi. Ya, judul tersebut saya angkat dari cerita dari kejadian fakta dan nyata yang saya lihat dengan mata kepala sendiri, yang terjadi ahan tahun 2002 (awal-awal populernya genre Koplo) di sebuah desa pegunungan Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Sang pelaku tersebut adalah lelaki paruh baya yang mungkin saja memiliki kelainan seksual jika dilihat dari sudut pandang ilmu kesehatan psikologi.
[Pendahuluan]
Waktu itu saya menghadiri sebuah hajatan nikah di sebuah desa yang sangat jauh dari keramaian kota, dan masih satu kecamatan dengan lokasi di mana saya tinggal. Selain itu, letak desa tersebut juga berada di dataran tinggi seperti pegunungan. Meski jauh, saya bersama rekan saya tetap bersemangat menghadirinya, selain acara teman sendiri juga karena ada hiburan pentas Dangdut di hajatan itu.
[Di lokasi]
Sambil menikmati hidangan yang disediakan, awalnya saya begitu menikmati alunan musik dari grup dan biduan yang ditanggap pihak tuan rumah (ada sebagian musisi yang saya kenal). Sebuah tembang koleksi lawas milik Rita Sugiarto yang berjudul Pria Idaman, yang dilanjut dengan tembang Bimbang milik Elvy Sukaesih saat itu begitu apik dibawakan baik oleh grup dan penyanyi tersebut yang saya lupa namanya.
Dengan sound system ala kadarnya, alat musik yang menurut saya di bawah standar dan panggung yang hanya terbuat dari papan kayu yang ditumpuk di atas drum, tidaklah mengurangi kemeriahan dan semangat bagi para musisi, penyanyi serta penonton.
Di awal pentas tersebut sebenarnya semua berjalan lancar dan normal, terlebih tembang-tembang yang di bawakan adalah koleksi tembang-tembang lawas yang masih enak untuk didengarkan dan lagunya pun digarap secara klasik alias non-koplo. Namun ketika suasana semakin panas di pertengahan waktu konser tersebut, iringan/aransemen tembang yang dipentaskan berubah menjadi Koplo. Bahkan hampir semuanya dijadikan koplo.
Mungkin musisi dan penyanyi tak tahan mendengar teriakan-teriakan penonton yang terus menerus meminta agar setiap lagu yang ditampilkan dikoplo. Suka atau tidak, mau atau tidak akhirnya setiap lagupun dikoplo.
Memang nampak perbedaan, ketika sebuah lagu dibuat koplo. Lagu yang pada dasarnya bertempo lambat berubah menjadi cepat dan lebih bersemangat dan lebih asyik untuk bergoyang, baik bagi musisi dan penyanyi atau penonton itu sendiri.
Gila kali tuh orang..tidak juga !...atau mungkin kelainan?..ya...ada istilah dalam kesehatan mental tentang kelainan orang semacam itu, namun saya lupa...tapi kalau tidak salah kelainan orang tersebut adalah exhibionist. Coba cek saja di google atau yang lain. Yang jadi pertanyaan, kira-kira orang tersebut melakukan hal yang memalukan itu disebabkan nafsu syahwat yang memuncak setelah melihat aksi penyanyi dangdut hot atau memang ada kelainan dalam diri orang tersebut. Dalam ilmu kesehatan, istilah tersebut lebih populer dengan eksibisionisme. Untuk lebih paham apa itu eksibisionisme, silakan baca di wikipedia.
Itulah cerita yang sampai saat ini saya kadang membuat saya tertawa sendiri kalau teringat kejadian tersebut. Tapi terlepas dari cerita tersebut, saya hanya ingin menyampaikan bahwa tidak selamanya dangdut itu identik dengan hal-hal negatif (terutama yang dilakukan oleh sejumlah penyanyi), tak selamanya musik Dangdut hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, atau senang-senang saja, tapi banyak juga nilai positif yang tentunya bermanfaat. Misalnya dengan mengambil hikmah dari syair lagu-lagu Dangdut yang inspiratif, menjadi motivasi diri, menggugah semangat dan sebagainya.
Terjemahan Jawa-Indonesia
Deleng = Lihat
Kae = Itu
Ana = Ada
Wong = Orang
Ngiclik = Masturbasi (mencari kepuasan seksual dengan berfantasi, memandang obyek tertentu)


.jpg)