dangdut, dangdut hot, dangdut koplo, dangdut music, dangdut koplo terbaru, dangdut mp3, dangdut koplo hot, dangdut monata, dangdut academy, dangdut terbaru, dangdut hot, dangdut koplo, dangdut music, dangdut koplo terbaru, dangdut mp3, dangdut koplo hot, dangdut monata, dangdut academy, dangdut terbaru, dangdut indonesia, dangdut academy, dangdut academy indosiar, dangdut akademi, dangdut aku rapopo,
Kamis, 05 November 2015
Pentas Penyanyi Dangdut Digerayangi
Munculnya video pentas 3 penyanyi Dangdut yang sedang diremas-remas dan digerayangi penonton ini tidak sengaja saya dapatkan di salah satu media streaming online semacam youtube, vimeo.com. Dalam video tersebut, 3 biduan tersebut seolah sudah tak punya rasa malu. Membuka auratnya di depan umum (terlebih anak-anak) dan juga mendatangi penonton (dalam hal ini tamu undangan sebuah hajat nikah) untuk "menyerahkan" tubuhnya diobok-obok.
Dalam video yang diunggah (ulang) oleh seorang user Vimeo di bawah ini, biduan-biduan melakukan aksi-aksi bejad di depan publik di sebuah acara pentas hajatan pernikahan. Ketiga biduan itu tidak hanya goyang vulgar di atas panggung, tapi juga berani mempertontonkan aurat kewanitaannya secara "sukarela". Lebih parahnya lagi, ketiga penyanyi Dangdut itu juga begitu gampangnya digerayangi bagian aurat kewanitaannya oleh tamu undangan yang hadir.
Aksi-aksi penyanyi Dangdut yang seolah menawarkan diri untuk digerayangi "anunya" oleh penonton dan direkam dalam video menggunakan kamera amatir seperti ponsel di bawah ini adalah salah satu bentuk pemerosotan moral yang disengaja kepada generasi mudah masa depan bangsa, karena terlihat banyak anak-anak masih di bawah umur yang juga ikut menyaksikan biduan bejad ini.
Yang saya tak habis pikir adalah, bagaimana bisa masyarakat tersebut seperti 'menghalalkan' dan memperbolehkan tontonan pentas Dangdut dengan menyuguhkan aksi (tidak hanya goyangan) biduan bejat yang sangat-sangat merusak moral dan melanggar tatanan norma masyarakat dan agama. Apakah hal tersebut memang sebuah kewajaran bagi warga di sekitar lokasi kejadian tersebut?.
Sementara jika dilihat dari sudut pandang masyarakat budaya dan peradaban, munculnya video pentas penyanyi Dangdut digerayangi semacam ini bukanlah ciri khas bangsa Indonesia yang sangat menjunjung tinggi adat sopan santun. Selain anak-anak sebagai generasi penerus, kelakuan ketiga oknum biduan seronok itu sangat nyata menciderai "Dangdut".
Untuk membuktikan kebenaran video tersebut, silakan klik tautan ini ===>>>> VIDEO PENTAS PENYANYI DANGDUT DIGERAYANGI, BEJAD!! <<<<====
Ket: Maaf, karena situs Vimeo sudah diblokir oleh pemerintah, maka tidak bisa diakses.
Rabu, 04 November 2015
New Pallapa Spesial Koleksi Noer Halimah
Banyak di antara lagu koleksi Noer Halimah yang didaur ulang dan dipentaskan di berbagai kota oleh New Pallapa (OM. Palapa) dalam balutan irama koplo dan dinyanyikan oleh penyanyi lokal ternama seperti Lilin Herlina, Dwi Ratna, Wiwik Sagita, Lusiana Safara, Brodin (duet) dan sebagainya.
Produksi ulang atau repack memang sering dilakukan oleh Rhoma Irama, tidak hanya untuk lagu ini saja, masih banyak lagu-lagu karyanya yang diproduksi ulang oleh beliau sendiri, baik aransemennya, lirik dan komposisi musik sama atau berbeda.
Yang paling penting bahwa lagu Jera ini merupakan koleksi Riza Umami dan juga Noer Halimah hasil karya cipta Rhoma Irama, meskipun dalam hal ini Noer H bukan pempopuler pertama kali. Yah masih lebih bagus, daripada dianggap koleksi Camelia Malik he..he...itu kan super lucu...jadi jangan sampai ada salah anggapan lagi yah.. karena lagu Jera ini juga terdapat dalam soundtrack film Nada-nada Rindu, dimana pemeran utamanya adalah Rhoma Irama sendiri dan Camelia Malik. Nah, kalau lagu seperti Goyang Senggol, Wakuncar, Taktik, Gelisah, Aduhai, Jelita itu baru benar-benar koleksi Camelia Malik dalam the best of Tarantulla.
Contoh repack lagu lainnya :
- Puing-puing - Tya Agustin feat Brodin
- Keranda Cinta - Lilin Herlina
- Jera - Lilin Herlina
- Janur Kuning - Elsa Safira
- Tergila -gila - Reza Sugiarto
- Surat Merah - Neo Sari
- Surat Terakhir - Lilin Herlina
- Terali Besi - Lusiana Safara
- Bahtera Cinta - Wiwik Sagita ft Agung Juanda
- Dawai Asmara - Lilin Herlina ft Agung Juanda
- Bayang Bayang - Anjar Agustin
- Cemara Biru - Ayu Arsita
- Dag Dig Dug (Senandung Rindu) - Evie Tamala feat Brodin
- Derita Di Atas Derita - Dwi Ratna - New Pallapa Live Tasik Agung Rembang Agustus 2014
- Peramal Tua - Lilin Herlina
- Pertemuan - Brodin ft Lusiana Safara
- Selimut Hitam - Lilin Herlina
- Sorang Sedikit - Dwi Ratna
- Terpesona - Ani Arlitha
- Tujuh Purnama - Lilin Herlina
- Nasib Bunga - Lilin Herlina
- Matahariku - Putri Rahayu - New Pallapa Live in Petraka
- Kepastian - Lilin Herlina - New Pallapa live Blandok Indah 2014
- Piano - Vivi Rosalita feat Agung Juanda
- Andai - Novi Andarista
- Cinta Suci - Lilin Herlina
- Garis Merah - Tasya Rosmala
- Warna Merah - Lilin Herlina - New Pallapa Live Tambak Rejo
Produksi ulang atau repack memang sering dilakukan oleh Rhoma Irama, tidak hanya untuk lagu ini saja, masih banyak lagu-lagu karyanya yang diproduksi ulang oleh beliau sendiri, baik aransemennya, lirik dan komposisi musik sama atau berbeda.
Yang paling penting bahwa lagu Jera ini merupakan koleksi Riza Umami dan juga Noer Halimah hasil karya cipta Rhoma Irama, meskipun dalam hal ini Noer H bukan pempopuler pertama kali. Yah masih lebih bagus, daripada dianggap koleksi Camelia Malik he..he...itu kan super lucu...jadi jangan sampai ada salah anggapan lagi yah.. karena lagu Jera ini juga terdapat dalam soundtrack film Nada-nada Rindu, dimana pemeran utamanya adalah Rhoma Irama sendiri dan Camelia Malik. Nah, kalau lagu seperti Goyang Senggol, Wakuncar, Taktik, Gelisah, Aduhai, Jelita itu baru benar-benar koleksi Camelia Malik dalam the best of Tarantulla.
Contoh repack lagu lainnya :
- Cinta Suci : Riza Umami - Nurhalimah
- Surat Terakhir : Rhoma Irama - Rita Sugiarto - Nurhalimah
- Jera : Riza Umami - Nurhalimah
- Piano : Rhoma Feat Rita S - Rhoma ft Nurhalimah
- Haram : Rhoma feat Rita S - Rhoma Feat Nurhalimah
Senin, 02 November 2015
Talak Tilu Lyrics
Lyrics
Talak Tilu
Aduh nyeri nyeri nyeri beih
Sakit hati disia-siain
Tidak bisa terus bersabar
Aduh alah ieung keterlaluan
Pergi sore pulang hampir subuh
Capek aku ngebukain pintu
Batin perih, nangis sendiri
Aduh alah ieung kabinak beih
Nyeri nyeri takkan bisa terobati
Biar berantakan, mati pun tak penasaran
Mumpung masih muda, belum punya keturunan
Kita cerai saja, talak tilu sekalian
Ku tak butuh lelaki buaya
Yang sukanya mengobral cinta
Tak berubah, tak sadar-sadar
Aduh alah ieung kabinak beih
Nyeri nyeri takkan bisa terobati
Biar berantakan, mati pun tak penasaran
Mumpung masih muda, belum punya keturunan
Kita cerai saja, talak tilu sekalian
Ku tak butuh lelaki buaya
Yang sukanya mengobral cinta
Tak berubah, tak sadar-sadar
Aduh alah ieung kabinak beih
Aduh nyeri nyeri nyeri beih
Sakit hati disia-siain
Tidak bisa terus bersabar
Aduh alah ieung keterlaluan
Pergi sore pulang hampir subuh
Capek aku ngebukain pintu
Batin perih, nangis sendiri
Aduh alah ieung kabinak beih
Nyeri nyeri takkan bisa terobati
Biar berantakan, mati pun tak penasaran
Mumpung masih muda, belum punya keturunan
Kita cerai saja, talak tilu sekalian
Ku tak butuh lelaki buaya
Yang sukanya mengobral cinta
Tak berubah, tak sadar-sadar
Aduh alah ieung kabinak beih
Nyeri nyeri takkan bisa terobati
Biar berantakan, mati pun tak penasaran
Mumpung masih muda, belum punya keturunan
Kita cerai saja, talak tilu sekalian
Ku tak butuh lelaki buaya
Yang sukanya mengobral cinta
Tak berubah, tak sadar-sadar
Aduh alah ieung kabinak beih
Aduh nyeri nyeri nyeri beih
Sakit hati disia-siain
Tidak bisa terus bersabar
Aduh alah ieung keterlaluan
Pergi sore pulang hampir subuh
Capek aku ngebukain pintu
Batin perih, nangis sendiri
Aduh alah ieung kabinak beih
Nyeri nyeri takkan bisa terobati
Biar berantakan, mati pun tak penasaran
Mumpung masih muda, belum punya keturunan
Kita cerai saja, talak tilu sekalian
Ku tak butuh lelaki buaya
Yang sukanya mengobral cinta
Tak berubah, tak sadar-sadar
Aduh alah ieung kabinak beih
Nyeri nyeri takkan bisa terobati
Biar berantakan, mati pun tak penasaran
Mumpung masih muda, belum punya keturunan
Kita cerai saja, talak tilu sekalian
Ku tak butuh lelaki buaya
Yang sukanya mengobral cinta
Tak berubah, tak sadar-sadar
Aduh alah ieung kabinak beih



